Lelaki itu nelayan larut
Berbisik keberuntungan kapan mau berpaut
Segala makna tidak menjadikannya luput
Seakan ia menyinggung bersama maut
Tangannya terluka, jangan kasihani dia!
Tanpa apapun, kecemasan tak berdaya
Ia tetap menerjang bagaikan singa
Laut mendekap, angin menghembus hati
Ia tetap tenang merasai irama sepi
Selama merintih, jangan kasihani dia!
Deru angin menerpa, darah berdesir
Segala malam berkali merasuk
Lelaki itu cuma nelayan pesisir
ia kelam tidak menusuk tidak merajuk
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H