Aronia
Mengapa kau tidak membawakan air
Daun ketiga telah mekar
("Ikan Adalah Pertapa", Ryeol, hlm. 128)
Puisi-puisi karya Ko Hyeong-Ryeol disusun dengan kata-kata yang sangat indah dan dapat memanjakkan pengindraan, karena pembaca seolah-olah dibawa masuk ke dalam ceritanya untuk merasakan kisah dan makna yang ada di dalam puisi-puisi tersebut. Pembaca diajak untuk melihat, mendengar, dan merasakan semua yang ditumpahkan Ko Hyeong-Ryeol dalam karya-karyanya. Jika dilihat dari segi struktur fisik, antologi puisi ini banyak menggunakan diksi nama-nama tempat dan kota di berbagai negara, seperti Vladivostok, Seoul, Jongro, Sakhalin, dan sebagainya. Penggunaan diksi-diksi ini membutuhkan pengetahuan yang baik untuk dapat memahaminya. Meskipun di bagian bawah buku ini terdapat catatan kaki mengenai penjelasan nama-nama tempat tersebut, pembaca seharusnya juga sudah mengetahui bagaimana tempat tersebut agar bisa langsung memahami konteks makna dan tulisannya.
Secara keseluruhan, penerjemahan puisi yang dilakukan oleh Kim Young Soo dan Nenden Lilis Aisyah sudah sangat baik karena berhasil menerjemahkan puisi Ko Hyeong-Ryeol dengan bahasa yang dapat dimengerti. Meskipun, sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya, pembaca perlu memiliki pengetahuan sastra yang lebih luas jika ingin menafsirkan puisi-puisi dalam antologi puisi yang terdiri atas 4 bagian dengan kurang lebih 15 puisi di tiap bagiannya ini. Antologi puisi ini cocok untuk dijadikan teman bersantai sambil menikmati minuman dan camilan kesukaan karena diksi-diksi alamnya yang menyejukkan hati.
(Awfa Dikhrish)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI