Mohon tunggu...
Aurellia Khansa
Aurellia Khansa Mohon Tunggu... Mahasiswa - IR's Student

A girl with a passion for writing, believing that with words, she can change the world.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Realita Mahasiswa Kupu-Kupu: Ternyata Gak Fomo Itu Penting

27 Oktober 2024   10:53 Diperbarui: 27 Oktober 2024   10:57 33
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Sebagai mantan mahasiswa kura kura (kuliah rapat - kuliah rapat) lalu beralih ke mahasiswa kupu kupu (kuliah pulang - kuliah pulang) membuat saya memiliki pandangan berbeda terhadap organisasi kampus dan bagaimana organisasi kampus dapat mempengaruhi mahasiswa.

Di dunia perkuliahan nyatanya berbeda dengan masa SMA dulu, sebagai mahasiswa yang semasa SMA tidak pernah terlibat organisasi apa-apa sejujurnya agak kaget dengan beragamnya organisasi dan kegiatan yang ditawarkan kampus kepada mahasiswa nya

Pada saat awal awal menjadi mahasiswa baru, wah di situ saya gencar gencarnya mencari informasi tentang organisasi kampus dan punya planning untuk join organisasi kampus

dari banyaknya pilihan organisasi,waktu itu saya memilih Himpunan Mahasiswa di jurusan saya karena saya merasa organisasi tersebut cocok untuk menjadi tahap awal saya berorganisasi di kampus karena ruang lingkup nya yang hanya sebatas mahasiswa yang ada di prodi itu saja.

Namun ternyata realita nya sungguh berbeda

Realita menjadi budak organisasi kampus

Menjadi anggota dari suatu organisasi memang mewajibkan saya untuk meluangkan waktu dan tenaga yang cukup banyak untuk mebgurusi berbagai macam program kerja dan acara, namun satu hal yang saya ketahui, ternyata senioritas sangat terasa ketika saya menjadi anggota organisasi kampus di dalam organisasi tersebut karena saya posisi nya adalah adek tingkat saya sering kali menjadi pesuruh atau babu dari para kakak tingkat yang merasa derajat mereka lebih tinggi hanya karena mereka senior.

Saya sering disuruh melakukan banyak hal dan merangkap banyak tugas yang pada dasarnya bukan tugas saya, pernah pada saat ada suatu acara yang di selenggarakan oleh organisasi tersebut dimana saya menjadi staff pdd (publikasi, dekorasi, dan dokumentasi) namun pada saat itu saya pada akhirnya juga merangkap menjadi staff humas karena banyak staff humas yang pada saat kebanyakan staffnya adalah kakak tingkat  yang tidak becus dan cenderung malas malasan sehingga saya yang disuruh oleh ketua acara tersebut untuk meng cover pekerjaan staff humas yang aburadul.

nyatanya menjadi budak organisasi kampus membuat saya menjadi sering kelelahan dan membuat saya sering merasa burnout, hal ini pada akhirnya sangat mempengaruhi nilai akademik saya.

Tujuan Awal Saya Kuliah Adalah Untuk Menjadi Sarjana

Karena terlalu sibuk mengurusi urusan organisasi saya jadi sering lupa mengurusi urusan akademis saya, padahal tujuan awal saya kuliah adalah untuk menjadi sarjana, tujuan awal saya kuliah adalah untuk membuat orang tua saya banggga. Namun banyaknya kegiatan non akademis justru membuat konsentrasi saya dalam belajar terganggu dan membuat nilai nilai saya menurun.

Sibuknya kegiatan organisasi tersebut juga sampai pada akhirnya membuat saya sering tidak tidur dan memebuat maag saya sering kambuh, banyak nya rapat juga membuat waktu istirahat saya terganggu. Puncaknya adalah ketika saya sampai mengalami kecelakaan motor karena tidak fokus saat berkendara akibat kelelahan setelah mengikuti rapat umum organisasi.

Setelah kejadian kecelakaan tersebut akhirnya mendorong saya untuk tidak lagi mengikuti organisasi apapun, dan membuat saya memilih untuk fokus di bagian akademis saya dan berusaha meningkatkan skill saya dengan banyak mengikuti workshop ataupun kursus online selain itu saya juga nyambi bekerja freelance, dan ternyata setelah saya keluar dari organisasi kampus justru membuat saya menjadi lebih sehat secara mental dan fisik dan nilai akademis saya meningkat.

Ternyata Gak Fomo itu penting

Di semester sebelumnya salah satu alasan saya mengikuti organisasi kampus adalah karena FOMO (Fear of Missing Out) dimana pada saat itu teman-teman saya kebanyakan mengikuti berbagai organisasi kampus bahkan sampai dua atau tiga organisasi sekaligus, hal tersebut membuat saya jadi merasa bahwa saya juga harus menjadi seperti teman teman saya.

Nyata nya yang diperlukan adalah keseimbangan, work balance dalam menghadapi semua nya pada saat itu saya tidak menyadari kapasitas saya dan tidak menyadari bagaimana kondisi mental dan tubuh saya, yang saya tau saya harus menjadi seragam seperti mahasiswa lainnya.

padahal seharusnya tidak seperti itu.

Mahasiswa kupu-kupu maupun mahasiswa kura-kura sebenarnya sah sah saja untuk jalani asal tidak lupa dengan tujuan awal kuliah, karena kuliah yang baik adalah kuliah yang lulus dan tuntas.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun