Mohon tunggu...
aulia sya21
aulia sya21 Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hobi saya mendengarkan musik dan suka membaca novel.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Melalui Komunikasi Intrapersonal (Self-talk)

4 Januari 2025   11:56 Diperbarui: 4 Januari 2025   11:56 31
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Komunikasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan bersosialisasi sejak manusia diciptakan oleh Sang Penciptanya. Adanya komunikasi menjadikan apa yang dimaksud oleh seseorang dapat dimengerti oleh orang lain. Bahkan terciptanya suatu kesepakatan dikarenakan adanya komunikasi antar individu. Komunikasi juga memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari -- hari. Mengapa begitu? karena dengan adanya komunikasi, kita dapat membangun hubungan baru dengan orang lain serta dapat memunculkan rasa empati yang tinggi terhadap orang lain. 

Komunikasi tidak hanya kita lakukan dengan orang lain saja, namun dapat kita lakukan dengan diri sendiri juga. Hal ini dinamakan dengan komunikasi intrapersonal atau dapat  disebut dengan  (self-talk). Beberapa orang terkadang jarang melakukan self-talk, karena mereka terkadang tidak dapat mengenali diri mereka sendiri. Padahal, komunikasi intrapersonal ini sangat penting untuk dilakukan, karena mempunyai beberapa keuntungan, terutama untuk diri sendiri. 

Tanpa kita sadari, sebenarnya komunikasi intrapersonal ini dapat membantu kita dalam menjaga kesehatan mental. Semua orang pastinya ingin memiliki mental yang sehat, karena mental yang sehat akan memberikan pengaruh yang positif dalam menjalani kehidupan sehari -- hari. Lalu, apakah sebenarnya hubungan antara komunikasi intrapersonal dengan menjaga kesehatan mental? Seberapa pentingkah hal tersebut dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari - hari?. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa itu Komunikasi Intrapersonal?

Komunikasi intrapersonal (Intrapersonal Communication) adalah komunikasi yang berlangsung dalam diri kita, mulai dari kegiatan berbicara kepada diri sendiri, kegiatan- kegiatan mengamati, dan memberikan makna berupa intelektual dan emosional kepada lingkungan kita. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan dan juga memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat kita juluki dengan sebutan self-talk. Ini adalah dialog internal dan bahkan bisa terjadi ketika kita melakukan komunikasi dengan orang lain, misalnya saat sedang bersama seseorang, yang terlintas di benak kita adalah komunikasi batin. Jalaludin Rakhmat menyatakan bahwa jika dilihat dari psikologi komunikasi, pengertian komunikasi batin adalah suatu pemrosesan informasi yang meliputi penginderaan, persepsi, ingatan, dan pikiran. Berbicara kepada diri sendiri, membaca dalam hati, mengulangi kalimat dalam hati dari apa yang telah kita dengar, serta memikirkan apa yang kita dengar merupakan bentuk dari komunikasi batin. Komunikasi intrapersonal membantu mengembangkan kreativitas, imajinasi, pemahaman dan pengendalian diri, serta meningkatkan kedewasaan dalam berpikir sebelum mengambil keputusan. Selain itu, komunikasi ini juga dapat membantu individu sadar akan peristiwa yang terjadi di sekitar mereka. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri sendiri melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapersonal oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri terlebih dahulu. 

Komunikasi intrapersonal memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

1. Kesadaran diri. Komunikasi intrapersonal memungkinkan orang untuk menyadari semua aspek kepribadian mereka sendiri. Dengan intropeksi diri, seseorang menjadi sadar akan kualitas yang membantu membentuk kepribadiannya, sehingga membuatnya sadar akan motif, aspirasi, dan harapannya terhadap dunia. Jika pengetahuan tentang diri itu mutlak, maka akan memudahkan untuk mengomunikasikan keinginan dan kebutuhan diri sendiri kepada orang lain.

2. Rasa Percaya Diri. Kesadaran diri membuat seseorang merasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri.  

3. Manajemen Diri. Fakta bahwa seseorang menyadari kekuatan dan kelemahannya, ia membekali dirinya untuk mengelola urusan sehari-harinya secara efektif dengan menggunakan kekuatannya secara maksimal untuk menutupi kelemahannya.

4. Motivasi Diri. Pengetahuan mutlak tentang apa yang diinginkan seseorang dalam hidup dan memungkinkan orang tersebut berjuang untuk tujuan dan sasaran tersebut sambil terus mendorong diri mereka sendiri.  

5. Terfokus. Kualitas motivasi dan manajemen diri dapat membantu mengembangkan fokus yang lebih dalam dengan mengarahkan perhatian seseorang pada tugas yang sedang dilakukan.

 6. Kemandirian. Kesadaran diri memungkinkan orang untuk menjadi mandiri.

 7. Kemampuan beradaptasi. Orang akan sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan mereka ketika mereka  mengetahui kualitas diri mereka sendiri. Hal tersebut memungkinkan mereka untuk menjadi lebih percaya diri dan tenang dalam membuat sebuah keputusan dan memodifikasi pendekatan mereka sesuai dengan tanggapan mereka terhadap dimensi.

Lalu, Apakah Yang Dimaksud Kesehatan Mental Itu?

Menurut Prof. Dr. Abdul Azis El-Quussy (1977), kesehatan mental dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana terdapat keserasian yang sempurna atau integrasi antara berbagai fungsi jiwa. Dalam keadaan ini, seseorang juga memiliki kemampuan untuk mengatasi gangguan jiwa yang ringan, yang seringkali dialami oleh banyak orang. Selain itu, individu yang sehat secara mental akan mampu merasakan kebahagiaan dan memiliki tingkat kemampuan yang positif. Kesehatan mental tidak hanya tentang fisik, akan tetapi juga menekankan pada rohani. Gejala jiwa atau fungsi mental seperti pikiran, perasaan, kemauan, sikap, persepsi, pandangan, dan keyakinan hidup harus berkoordinasi satu sama lain. Dengan begitu, akan tercipta keharmonisan yang menghindarkan individu dari perasaan ragu, gundah, gelisah, dan konflik batin. 

Dalam buku yang berjudul "Mental Hygiene", dijelaskan bahwa kesehatan mental berkaitan dengan beberapa aspek penting. Pertama, hal ini mencakup cara seseorang memikirkan, merasakan, dan menjalani keseharian dalam hidupnya. Kedua, kesehatan mental berpengaruh pada cara individu memandang diri sendiri dan orang lain. Ketiga, ini juga melibatkan kemampuan seseorang untuk mengevaluasi berbagai alternatif solusi serta dapat membuat keputusan terkait keadaan yang tengah dihadapi (Yusuf, 2011). Kesehatan mental merupakan kondisi yang mencakup seluruh aspek perkembangan individu, baik fisik maupun psikis. Hal ini melibatkan upaya dalam mengatasi stres, beradaptasi dengan lingkungan, berinteraksi dengan orang lain, serta mengambil keputusan. Setiap individu memiliki kesehatan mental yang unik dan akan mengalami perubahan seiring dengan berjalannya waktu. Sebab, pada dasarnya, manusia sering dihadapkan pada berbagai situasi yang memerlukan solusi yang berbeda - beda. Terkadang, banyak orang menghadapi tantangan kesehatan mental di berbagai fase dalam kehidupan mereka. 

Apakah Hubungan Antara Komunikasi Intrapersonal Dengan Menjaga Kesehatan Mental?

Menjaga kesehatan mental yang baik merupakan aspek penting untuk mencapai kesejahteraan secara keseluruhan, dan komunikasi intrapersonal memiliki peranan yang signifikan dalam hal ini. Melalui refleksi diri (self -- talk), kita dapat mengenali dan mengatasi pola pikir negatif atau keyakinan tidak rasional yang mungkin akan menimbulkan kecemasan, depresi, atau tantangan kesehatan mental lainnya. Komunikasi intrapersonal juga berfungsi sebagai sarana untuk merawat diri sendiri dan memberikan kasih sayang kepada diri kita. Dengan secara aktif mendengarkan kebutuhan kita dan mengambil langkah-langkah untuk memenuhinya, kita dapat lebih memprioritaskan kesehatan mental dan emosional kita. Meluangkan waktu untuk menerapkan teknik perhatian dan relaksasi juga dapat memberikan dorongan positif bagi kesehatan mental dan kualitas hidup kita secara keseluruhan. Selain itu, komunikasi intrapersonal memungkinkan kita untuk mengembangkan rasa syukur dan  penghargaan. Dengan merenungkan pengalaman dan pencapaian yang telah kita raih, kita dapat membentuk pandangan yang lebih positif dan meningkatkan kepuasan hidup kita. Praktik refleksi diri dan rasa syukur ini telah terbukti efektif dalam mengurangi stres serta dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan.

Temukan artikel menarik lainnya di :  https://bk.fip.unesa.ac.id/ 

Referensi :

Rosmalina, A. (2018). Peran Komunikasi Interpersonal Dalam Mewujudkan Kesehatan Mental Seseorang. Prophetic: Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, 1(01).

Kustiawan, W., Fadillah, U., Sinaga, F. K., Hattaradzani, S., Hermawan, E., Juanda, M. D., ... & Fahmi, R. R. (2022). Komunikasi intrapersonal. Journal Analytica Islamica, 11(1), 150-156.

Tutiasri, R. P. (2016). Komunikasi Dalam Komunikasi Kelompok. CHANNEL: Jurnal Komunikasi, 4(1), 81-90.

Fakhriyani, D. V. (2019). Kesehatan mental. Pamekasan: duta media publishing, 11-13.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun