Dalam direct selling, seorang tenaga penjualan yang kemudian disebut tenaga penjual bertemu dengan calon pelanggan secara langsung. Distributor mempresentasikan produknya secara detail, membangun permintaan konsumen terhadap produknya, menjelaskan keunggulan produknya dan kemampuan produk memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan pernyataan tersebut, konsumen akan lebih memahami produk yang mereka beli. Apalagi jika itu adalah produk baru yang belum populer di pasaran.
Berbeda dengan penjualan tidak langsung, di mana konsumen tidak bisa mendapatkan gambaran detail produknya langsung dari produsen. Anda juga dapat mengelola deskripsi produk secara otomatis dengan bantuan Aplikasi ERP Terbaik di Indonesia.
2. Membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen
Penawaran tersebut juga membangun komunikasi yang nyaman dengan konsumen. Pada titik ini sales dapat membangun relasi dan relasi yang baik dengan konsumen. Dari situ penjual juga mendapatkan informasi yang mereka butuhkan untuk membuat pelanggan mereka membeli dan menyukai produk mereka.
3. Memberikan pelayanan yang lebih baik untuk membangun kepercayaan
Ada proses tanya jawab dari pelanggan dan penjual. Pertanyaan seputar produk, keunggulan produk dan keraguan konsumen dapat terjawab dalam proses penjualan langsung. Distributor yang bekerja sama langsung dengan konsumen sebagai perwakilan produsen dapat memberikan jawaban atas segala keraguan konsumen. Jawaban yang benar membawa kepuasan dan kepercayaan pada produk. Selain itu, penjualan langsung bertujuan untuk meningkatkan layanan konsumen.
Tips Efektif Dalam Direct SellingÂ
Agar penjualan langsung ini efektif, penjualan harus melakukan beberapa hal sebelum dan selama proses pemasaran ke prospek. Jika iya, berikut beberapa hal yang bisa menjadi tips agar direct selling Anda lebih efektif:
1. Tentukan target pasar Anda
Sebelum kita mulai menjual dan menawarkan kepada konsumen, terlebih dahulu kita harus menentukan konsumen mana yang kita targetkan. Mengidentifikasi segmen pasar yang sesuai untuk produk kita juga sangat membantu. Karena jika salah dalam menentukan target pasar, maka semua usaha penjualan selanjutnya akan sia-sia karena produk yang kita tawarkan tidak akan memenuhi kebutuhan konsumen.
Misalnya, produk kami adalah tas kulit edisi terbatas yang mahal. Tentu kami menyasar kalangan atas yang ingin mengoleksi tas terbatas. Segmen pasar ini tidak mempedulikan harga yang mahal karena mereka memiliki sumber daya keuangan yang kuat dan juga perlu menekuni hobi mengoleksi tas edisi terbatas.