.
.
Mungkin hanya aku yang menjadi bulan-bulanan sepi setelah iniÂ
Seperti angin yang merangkap sunyiÂ
Dan langkah kaki yang tak henti hentiÂ
Kutimang udara ini tanpa bunyiÂ
Yang menyelinap dan tak ingin pergi lagiÂ
.
Sementara waktu begitu cepatÂ
Dengan cerita manusia yang begitu beratÂ
.
Seperti lukisan metaforaÂ
Atau ruang tunggu yang penuh dengan dioramaÂ
Entahlah, kutakingin menjadi siapa-siapaÂ
Sebab tafsiran kadang salah sangkaÂ
.
Menghitung jari, menghitung bunyi
Detak bulan yang kian terdengar sepiÂ
Menghitung jari, menghitung bunyiÂ
Begitupun rindu yang kalis menjadi puisi
.
"Yang terampas dan yang putus...
Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
Menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
Malam tambah merasuk, rimbajadi semati tugu".
.
Chairil Anwar, Aku Ini Binatang Jalang. 1986
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI