1.**Penguatan Kebangsaan**: Identitas nasional dan nasionalisme dapat memperkuat perasaan kebangsaan, membuat masyarakat merasa lebih bersatu dan memiliki tujuan bersama. Ini dapat berkontribusi pada stabilitas dan kesatuan negara.
2.**Pemersatu dan Pemisah**: Nasionalisme dapat bertindak sebagai faktor pemersatu dalam masyarakat, tetapi juga dapat menjadi pemisah ketika masyarakat memandang kelompok lain dengan curiga atau ketidakpercayaan.
3.**Politik dan Kebijakan Luar Negeri**: Identitas nasional dan nasionalisme memengaruhi kebijakan dalam negeri dan luar negeri suatu negara. Mereka dapat memotivasi negara untuk mencari kepentingan nasionalnya dalam hubungan internasional dan mengambil tindakan berdasarkan identitas dan pandangan nasional.
4.**Konflik dan Ketegangan**: Nasionalisme yang berlebihan dapat memicu konflik internal dan eksternal. Sejarah telah mencatat banyak kasus di mana konflik berskala besar muncul karena ketegangan nasionalistik.
5.**Preservasi Budaya dan Bahasa**: Nasionalisme dapat memainkan peran penting dalam melestarikan budaya, bahasa, dan tradisi suatu bangsa. Hal ini dapat membantu mencegah hilangnya unsur-unsur penting dari identitas nasional.
6.**Hak Asasi Manusia dan Toleransi**: Nasionalisme perlu diimbangi dengan penghargaan terhadap hak asasi manusia dan toleransi terhadap keberagaman. Ketidakseimbangan ini dapat mengarah pada pelanggaran hak asasi manusia dan intoleransi.
Dalam era globalisasi
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H