Mohon tunggu...
Arnold Adoe
Arnold Adoe Mohon Tunggu... Lainnya - Tukang Kayu Setengah Hati

Menikmati Bola, Politik dan Sesekali Wisata

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Shin Tae-yong Khawatir "Replika" Ammar Ebrahim Pimpin Laga Versus Singapura

21 Desember 2021   21:40 Diperbarui: 21 Desember 2021   22:01 921
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Shin Tae-yong I Gambar : PSSI via Kompas.com

Tak banyak saya menemukan komentar soal teknis yang dikeluarkan oleh coach Shin Tae-yong jelang laga semifinal menghadapi tuan rumah Singapura.

Salah satu komentar teknis yang diucapkan Tae-yong, hanya berdasar satu kali menonton secara langsung laga Singapura, yakni kala menghadapi Thailand.

"Menyerang dan Bertahan mereka kuat, kita tidak boleh lengah" begitu kata pelatih asal Korsel ini, singkat.

Akan tetapi lain ceritanya kala Shin Tae-yong membicarakan hal non teknis, khususnya soal wasit. Pria berusia 52 tahun terlihat serius.

Ada dua faktor yang saya kira membuat Shin Tae-yong menyorot kinerja wasit Piala AFF 2020 ini.

Pertama, kondisi timnas Indonesia yang paling sering menerima kartu kuning selama gelaran turnamen ini.

Selama fase grup saja, timnas Indonesia sudah mengoleksi sembilan kartu kuning, ini membuat skuad Garuda menjadi pengoleksi kartu kuning terbanyak di Piala AFF 2020.

Menjadi catatan yang saya kira lebih mengkuatirkan bagi Tae-yong karena dalam daftar ini, para pemain langganan starter juga telah masuk daftar. 

Ada nama-nama seperti Asnawi Mangkualam, Alfeandra Dewangga, Evan Dimas, Ricky Kambuaya dan Ezra Walian.

Jika menilik aturan maka dua kartu kuning atau lebih sepanjang fase grup maka akan mendapatkan hukuman akumulasi kartu.

Di daftar di atas ada nama Ramai Rumakiek yang telah mendapat dua kartu kuning,  dan dipastikan absen di semifinal leg pertama.

Nah, artinya, jika aturan ini berlaku sampai semifinal, maka pemain-pemain inti yang telah mendapat kartu kuning perlu berhati-hati. Jika tidak, maka timnas bisa kehilangan banyak pemain di babak final nantinya.

Kedua, faktor Ammar Ebrahim yang fenomenal itu. Ebrahim adalah pelatih yang memimpin laga antara timnas Indonesia menghadapi Malaysia.

Di laga tersebut, keputusan kontroversial Ebrahim bahkan membuat Shin Tae-yong yang biasanya tenang, harus beradu mulut dengan wasit keempat di pinggir lapangan.

Tae-yong memang kecewa melihat kepemimpinan wasit. "...Ada beberapa keputusan wasit yang saya tidak bisa pahami" tutur Tae-yong, mengomentari kepemimpinan Ebrahim yang banyak kali merugikan pemain timnas. Salah satunya adalah kartu kuning "aneh" yang diterima oleh striker timnas, Ezra Walian.

Sedikit cerita tentang kepemimpinan Ammar Ebrahim ini bisa disimak di tulisan saya berjudul "Ammar Ebrahim, yang Janggal dari Laga Indonesia Vs Malaysia".

Kemungkinan besar,  wasit asal Bahrain ini tidak bisa memimpin laga Indonesia Vs Singapura nanti, karena baru saja memimpin laga yang dilakoni oleh Indonesia.

Akan tetapi, kekuatiran bahwa ada replika Ammar Ebrahim yang akan memimpin laga semifinal tentu saja akan mengkuatirkan Shin Tae-yong.

Kita (bersama Shin Tae-yong) tidak akan mau laga di atas lapangan hijau yang seharusnya menarik, dengan balutan fair play, dilukai karena kepemimpinan wasit yang buruk apalagi memihak salah satu tim.

Apakah hal ini mungkin saja terjadi? Saya kira kemungkinan itu tetap ada. Selama bukan Pierluigi Collina yang menjadi wasit saya kira kita patut kuatir hal-hal tersebut akan terjadi, apalagi teknologi Video Assistance Referee (VAR) belum diaplikasikan di gelaran Piala AFF 2020 di Singapura ini.

Karena itu, menghadapi tuan rumah Singapura yang pasti disoraki mayoritas pendukungnya, kita patut kuatir jika wasit yang manusia itu akan tidak obyektif alias memihak.

Lalu apa yang dapat kita lakukan? Saya kira cara Shin Tae-yong untuk terus mengomentari soal ini adalah cara maksimal yang dapat dilakukan untuk mencegah kualitas kepemimpinan wasit yang buruk nantinya.

Selebihnya, saya kira seperti di duel tinju. Pilihannya adalah jangan sekedar menang angka dari hitungan dua belas ronde, tetapi mesti menang knock out (KO) alias menang mutlak. Seperti cara kita melumat Malaysia dalam laga sebelumnya. 

Sumber berita :

Shin Tae-yong Sentil Kinerja Wasit di Piala AFF 2020

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun