Akan tetapi beda ya sama Valentino. Setiap pukulan masuk dari pemain kita dia akan bilang, "rata kau, rata kau".
Nah, ini kan jadi terdengar tak merdu, karena tidak seperti sepak bola, dimana gol tercipta berselang dalam waktu lama, di bulutangkis itu perpindahan poin dan pergerakan bola cepat.Â
Baru beberapa detik "rata kau", lalu "rata kau" terus menerus.
Saya malah gara-gara terhipnotis gaya Valentino, ketika ada bola lawan yang berhasil menghujam lapangan Anthony Ginting, lalu saya spontan bilang "rata kau". Lah, pada Ginting kok begitu, saya bahkan merasa sangat bersalah melakukan hal itu.
Dari cerita panjang lebar tak karuan ini, konklusi Saya seperti ini. Â
Kekalahan Ginting, bukan salah Erick Thohir dan teriakan "Rata Kau" Valentino, tetapi ya tadi, kekalahan Anthony Ginting memang membuat kitanya  yang jadi lebih banyak mulu-mulu.
Akan tetapi akan lain ceritanya jika Ginting menang.Â
Frasa "Rata Kau", "Rata Kau" akan kita ucapkan rame-rame dari rumah untuk Chen Long dan dalam keseharian kita.Â
Kali ini, ya,hening di rumah. Mendung pekat, Ginting kalah, dan itu mulu-mulu Erick Thohir dan 'Rata Kau" belum berhenti.
Begitu saja.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H