Memang ada benarnya yang dikatakan Tisha, namun tidak dapat dipungkiri bahwa di dalam sistim yang buruk, yang benar bisa jadi salah dan sebaliknya, yang salah bisa jadi benar. Inilah yang ingin diselidiki Satgas.
Ketiga, Tisha menguatirkan ada hal yang kontraproduktif pasca penggeledahan oleh Satgas.
"Jangan sampai menjadi kontraproduktif. Apa itu kontraproduktif yang membuat kami terhenti melakukan pekerjaan kami yang sebenarnya. Intinya itu untuk kejayaan tim nasional." ujar Tisha.
Wajar Tisha berpikir demikian. Salah satu kekuatiran jika insitusi lain mengintervensi kerja lembaga sepak bola adalah membatasi ruang gerak kerja PSSI. Apalagi, jika dokumen yang disita berhubungan dengan program kerja yang harus dilakukan tentu saja dapat menghambat kinerja PSSI ke depannya.
Akan tetapi yang Tisha mungkin harus pahami adalah pecinta sepak bola nasional sekarang sedang menaruh kepercayaan yang tinggi kepada kinerja Satgas untuk memberantas mafia, sebaliknya kepercayaan kepada PSSI sudah mendekati titik terendah, akibat banyak pengurus yang menjadi tersangka pengaturan skor.
Oleh karena itu, meskipun harus sedikit "menghambat" kerja PSSI ke depannya, tindakan Satgas dianggap yang terbaik untuk kebaikan sepak bola nasional. Tisha mungkin harus sedikit lebih pasrah atau sabar.
***
Saya sendiri berpikir, poin-poin di atas ini tidak serta merta membuat kita berkesimpulan bahwa Tisha (baca: PSSI) tidak mendukung kerja Satgas. Komentar yang dilontarkan dalam bentuk atau bernada saran dan masukan bagi Satgas masih  dalam batas kewajaran.
Berbeda dan lain ceritanya jika PSSI memberikan perlawanan atau menolak penggeledahan.
Di akhir komentarnya, Tisha bahkan menyemburkan optimisme bahwa PSSI yang sekarang juga berharap yang terbaik untuk kebaikan sepak bola nasional di masa depan.
"Kami melakukan apapun, bekerja sama PSSI dengan kepolisian, dan masyarakat. Kami mintakan feedback-nya sampai seluruh hal ini, kami lakukan untuk kemajuan sepakbola kami," ujar Tisha.
"Harus ada harapan-harapan yang kami munculkan, biar yang sekarang jadi problem jangan sampai terjadi lagi di kemudian hari, kami selesaikan, kami komitmen all out," tegas Tisha di akhir komentarnya.