Kelima, mudah percaya kepada siapa pun.
Keenam, tidak mampu membedakan mana teman mana musuh.
Dalam pandangan saya sehubungan dengan poin kedua, mengatai seseorang "goblok" di hadapan khalayak termasuk dengan berbicara tanpa ada manfaatnya.
Merendahkan orang lain hanya untuk membuat khalayak tertawa, menurut saya, adalah "goblok" yang sebenarnya.
Benar kata orang, bahwa adab berada di atas ilmu. Ia adalah paket baku yang urutannya tiada bisa diubah. Apabila berubah, maka dapat dipastikan akan terjadi kekacauan di dalam kehidupan bermasyarakat.
Kejadian ini mengajarkan setiap orang yang beragama Islam wajib berhati-hati dalam memilih guru atau panutan. Silakan contoh mereka yang kesehariannya berlandaskan hadis dan Al-Qur'an. Jika tidak, ya begitu itu ... bakal bicara sembarangan panutanmu, cepat atau lambat.
Padahal orang yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta'alaa salah satu cirinya, menurut saya, adalah orang yang pandai menjaga perkataan.
Dasarnya adalah sabda Nabi Muhammad salallahu 'alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."
Kalian setuju?
----
Dicky Armando, S.E. - Pontianak