Belakangan ia membuka pelatihan cara menulis untuk karyawan sebuah korporasi. Ia menemukan model bisnis yang pas, berbagi ilmu menulis dengan cara mengajar soal cara menulis. Â Â
Yang kedua ada Olivia Dianina Purba. Semula ia dapat banyak beasiswa yang membawanya belajar hinggak ke banyak negara, pengalaman itulah yang kemudia ia tuliskan dalam buku. Belakangan, ia merasa depresi dan mengetahui, bahwa ada cara agar anak-anak muda terhindari dari masalah psikologis ini dengan cara rutin, maka ia menulis buku berjudul Happy Person.
Yang ketiga ada Qaris Tajudin, yang ini wartawan. Ia memperoleh penghasilan dari gaji. Namun dalam satu kesempatan, ia ditugaskan ke medan perang dan melakukan peliputan. Hasil liputannya, kemudian ia kembangkan menjadi sebuah novel, so, ia pun punya penghasilan tambahan dari royalti.
Yang keempat ada penulis buku biografi Fenty Effendy. Semula ia juga wartawan, kemudian menjadi spesialis menulis buku-buku biografi. Bentuknya revenue stream bisnisnya beragam, mulai dari royalti dari penjualan buku, atau dibayar oleh klien yang memesan buku biografi tersebut.
Yang kelima ada Tuhu Nugraha, yang ini pakarnya digital marketing, namun juga menulis buku untuk mengenalkan perusahaannya. Buku bukan hanya memberikan pemasukan dari penjualannya, namun juga membangun brand perusahaan tempatnya bernaung.
Yang terakhir ada Arto Biantoro, lewat buku Merek Lokal Harus Bisa, ia tak hanya mengajak UMKM berdaya dengan membangun brand, namun juga mengenalkan profil dirinya, profil perusahaannya dan sekaligus tetap bisa berbagi. Menulis buku, akhirnya memberikan dampak secara tidak langsung.
Ke 6 narasumber inilah yang saya hadirkan untuk berbagi pengalaman kepada peserta. Karena bagaimana pun, dengan mengetahui cara mengemas keterampilan menulis dengan benar, adalah cara agar keterampilan ini bisa menjadi profesi yang menjanjikan.
Pada akhirnya, menulis, selain memberikan kegembiraan bagi penulisnya, akhirnya menjadi medium untuk berbagi kebahagiaan bagi mereka yang membacanya. Melalui program Book Writers, Talk About Writing & Careers, adalah cara saya untuk berbagi kebahagiaan dengan banyak orang, mengenalkan mereka bagaimana profesi ini dikembangkan, dan peluangnya yang selalu terbuka lebar. Pun dengan artikel ini, yang punya semangat sama laiknya JNE pada usianya ke 30, dengan mengajak publik turut berbagi kebahagiaan.
Belakangan, saya ditunjuk penerbit Ganeca Digital sebagai duta buku.Â