Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Lehrerin

Sudah menulis 2.780 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 24-04-2024 dengan 2.172 highlight, 17 headline, dan 106.868 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Nomine Best in Fiction 2023. Masuk Kategori Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salah satu tulisan masuk kategori Artikel Pilihan Terfavorit 2023. Salam literasi 💖 Just love writing 💖

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Mencintai Singgah

14 Juli 2024   23:15 Diperbarui: 14 Juli 2024   23:19 16
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi pixabay.com

Untuk selamanya, mungkin
Kalau ternyata tidak, bagaimana?
Terkadang sebuah rasa terlalu dipuja karena pesona
Membuat melonjak dan tak bisa tenang dalam batin

Raut wajah sedamai itu
Seolah tiada nampak gemuruh yang meriuh sanubari
Namun nampak jelas dalam tatap mata elangmu
Yang kadang tak bisa kupungkiri atau kupahami arti

Tak perlu gegabah
Bukan selalu menjadi satu-satunya dalam menerima pengalaman diri
Kadang hanya singgah
Lalu pergi

Kau pikir selamanya
Ternyata tak begitu
Jadi terima saja saat singgah rasa itu
Mencintai bila memang hanya sejenak ya terima saja
....

Baca juga: Mencintai

Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
14 Juli 2024

10-2.887

Baca juga: Mencintai Bayangan

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun