Hari lebaran tidak memakai pakaian baru bagi orangtua bukanlah sesuatu yang perlu dirisaukan. Namun hari yang indah di mana keluarga besar berkumpul bersama dalam suasana yang bahagia untuk saling memaafkan harus disambut dengan dengan penuh kegembiraan. Penampilan harus rapi dan bersih.
Itulah yang diharapkan semua orang yang menyambut hari raya Idul Fitri. Tak terkecuali bagi warga perdesaan yang hidup dalam kesederhanaan. Tampil apa adanya ketika bekerja di sawah atau di ladang.
Sepekan lagi hari lebaran sudah tiba. Persiapan diri pun dilakukan. Salah satunya adalah potong rambut agar bisa tampil bersih dan rapi.
Tak perlu ke tukang pangkas rambut atau barbershop apalagi ke salon. Cukup potong rambut sendiri di halaman depan rumah. Seperti yang dilakukan oleh Pak Sunari, sebut saja demikian namanya, seorang petani di Desa Sumber Keradenan Pakis, Malang.
Tengah hari sepulang dari mengolah sawahnya, sambil menunggu waktu berbuka puasa yang masih cukup lama, ia meminta putranya untuk memotong rambutnya yang terasa sudah panjang.
Putranya yang baru saja pulang bekerja pun tak menolak. Berbekal gunting potong sederhana dan sebuah sisir mengajak ayahnya duduk di sebuah dingklik kecil di samping rumahnya.
Ritual potong rambut pun di mulai. Setelah di sisir rapi lalu cekrik ... cekrik ... cekrik ... Sisir lagi dan  cekrik ... cekrik ... cekrik ...lagi.
Sang ayah yang duduk tanpa sandaran terasa mengantuk terbuai desiran angin yang berhembus dari sawah dan ladang tebu yang ada di depannya.