[caption id="attachment_294854" align="aligncenter" width="400" caption="Sumber: foto dhewe"][/caption]
Soeharto, mantan presiden ke 2 negeri kita memang tokoh fenomenal. Fenomenal cara Beliau menjadi presiden dengan menggulingkan secara halus presiden dan tokoh proklamator Indonesia, Soekarno. Fenomenal dalam menjalankan politik pemerintahannya. Fenomenal karena dianggap salah satu diktator paling berkuasa di antara para diktator internasional lainnya seperti presiden Rumania yang terguling juga, presiden Kuba yang diktator jua. Fenomenal cara Beliau mengundurkan diri akibat desakan masyarakat, para mahasiswa, dan para pendukung setianya. Fenomenal karena setelah beberapa tahun kejatuhannya ternyata masih ada yang mendambakan akibat keserakahan para politikus masa kini. Fenomenal karena para lawan politiknya yang dendam gagal membawa Beliau ke pengadilan.
[caption id="attachment_294857" align="aligncenter" width="300" caption="Sumber: uniqepost.com"]
Soeharto dengan segala kekurangannya dan kelebihannya pernah menjadi bagian dari sejarah kepemimpinan di negeri ini. Perdebatan apakah Beliau pantas menjadi pahlawan atau sekedar mantan presiden sudah hilang di kancah debat kusir.
Penghormatan sebagai salah satu pemimpin tetap harus kita junjung. Bukan berarti semau gue dengan memanfaatkan nama Beliau demi kepentingan kelompok tertentu atau pribadi. Misalnya menjadi nama sebuah warung bakso seperti yang terdapat di Jalan Mergosono Malang !
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H