Lawang, 27 November 2024 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap isu bencana gempa bumi megathrust, mahasiswa Asistensi Mengajar Jurusan Pendidikan Geografi bersama guru Geografi SMAN 1 Lawang menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk Manajemen Aksi dan Mitigasi Bencana Gempa Bumi. Acara ini dilakukan dengan kolaborasi bersama Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 1 Lawang dan melibatkan partisipasi penuh dari seluruh siswa, guru, dan staf sekolah.
Kegiatan ini terdiri dari dua agenda utama, yaitu seminar yang dilaksanakan pada Jumat, 15 November 2024, di aula SMAN 1 Lawang, serta simulasi gempa bumi pada Selasa, 26 November 2024. Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi secara materi sekaligus praktik langsung agar seluruh warga sekolah memiliki pemahaman yang mendalam tentang mitigasi bencana gempa bumi.
Seminar: Edukasi Mitigasi Bencana Gempa Bumi
Seminar yang berlangsung di aula SMAN 1 Lawang mengangkat tema "Siap Hadapi Gempa Bumi, Selamatkan Diri dan Sesama". Seminar ini menghadirkan pemateri dari kalangan mahasiswa Pendidikan Geografi yang sudah dibekali pelatihan mitigasi bencana, serta guru Geografi SMAN 1 Lawang yang bertindak sebagai pembimbing.Â
Seminar dimulai pukul 06.45 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa SMAN 1 Lawang dari kelas X hingga XII. Pemateri menyampaikan informasi tentang karakteristik gempa bumi, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Para peserta juga diberikan pengetahuan tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana, seperti penyusunan tas siaga bencana, identifikasi jalur evakuasi, serta pentingnya menghindari hoaks yang sering muncul saat bencana terjadi. Dalam sesi tanya jawab, para siswa antusias bertanya, terutama tentang cara melindungi diri saat berada di ruang kelas atau ruang terbuka saat gempa terjadi.
“Seminar ini sangat membantu saya memahami langkah-langkah apa yang harus diambil ketika gempa bumi terjadi. Saya juga jadi tahu bagaimana cara mempersiapkan diri sebelumnya," ujar Siti Rahma, salah satu siswi kelas XI.
Simulasi: Langkah Nyata Siap Siaga
Sebagai kelanjutan dari seminar, simulasi gempa bumi dilaksanakan pada Selasa, 26 November 2024. Simulasi ini melibatkan seluruh warga sekolah, termasuk siswa, guru, dan staf tata usaha. Kegiatan ini dilakukan di lapangan utama SMAN 1 Lawang, di mana skenario gempa bumi dirancang menyerupai situasi nyata.
Dimulai pukul 08.00 WIB, simulasi diawali dengan tanda sirine yang menandakan terjadinya gempa. Para siswa segera melakukan langkah-langkah evakuasi sesuai arahan yang telah mereka pelajari, seperti berlindung di bawah meja dan bergerak menuju titik kumpul dengan tertib. Guru dan staf sekolah juga bertugas mengarahkan evakuasi agar berjalan lancar.
Simulasi ini juga melibatkan tim koordinasi dari MPK, yang membantu memberikan arahan kepada siswa dan memastikan jalur evakuasi berjalan tanpa hambatan. Setelah simulasi selesai, dilakukan evaluasi oleh tim panitia untuk menilai efektivitas simulasi dan memberikan saran perbaikan.
"Saya merasa pengalaman ini sangat penting karena kita jadi lebih paham bagaimana cara bertindak cepat dan tepat ketika bencana terjadi. Semoga kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin," ujar Gaisya, Ketua MPK SMAN 1 Lawang.
Dukungan dari Pihak Sekolah
Mahasiswa asistensi mengajar jurusan lain, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan siswa dalam mengadakan acara ini merupakan langkah yang sangat positif untuk membangun budaya sadar bencana di sekolah.
"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari pembelajaran kontekstual yang tidak hanya memberikan teori tetapi juga praktik. Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena manfaatnya sangat besar untuk seluruh warga sekolah," ujarnya.
Senada dengan itu, beberapa guru mata pelajaran geografi, menyatakan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan kepedulian siswa terhadap risiko bencana. "Kesiapsiagaan merupakan hal yang sangat penting, apalagi Indonesia berada di wilayah rawan gempa. Dengan adanya kegiatan ini, saya yakin para siswa akan lebih siap menghadapi situasi darurat," ungkapnya.
Harapan dan Kelanjutan
Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengadakan program serupa. SMAN 1 Lawang juga berencana menjadikan simulasi bencana sebagai agenda tahunan agar kesiapsiagaan tetap terjaga.Â
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, warga SMAN 1 Lawang kini lebih siap dan sigap menghadapi potensi bencana gempa bumi. Kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan siswa ini menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis aksi nyata mampu menciptakan dampak yang signifikan, tidak hanya bagi sekolah tetapi juga bagi Masyarakat.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI