Mohon tunggu...
Reza Maulana
Reza Maulana Mohon Tunggu... -

http://www.aqidah.info/about-me.html

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Surga Bagi Non Muslim

16 Oktober 2015   09:13 Diperbarui: 16 Oktober 2015   09:13 3423
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Bismillahhirrahmannirrohim,

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya melihat banyak sekali silang pendapat mengenai “Non Muslim dan Surga Allah”. Umumnya pendapat yang ada mengatakan bahwa “Non Muslim Pasti Masuk Neraka dan Tidak Akan Masuk Surga”.

Bagaimana dengan Non Muslim yang berbuat baik ? TIDAK MASUK SURGA

Bagaimana dengan Non Muslim yang tidak berilmu? Tetap TIDAK MASUK SURGA.

Bagaimana dengan Non Muslim yang mati menyelamatkan nyawa seorang muslim, (dalam kecelakaan misalnya) ? TETAP TIDAK MASUK SURGA.

Yah….begitulah kurang lebih jawaban para ulama dari dulu. Ketegasan dalam kalimat ini seakan Non Muslim bukan manusia, seakan Non Muslim begitu menjijikkan di pandangan para Muslim itu sendiri, padahal bila kita mau jujur sangatlah banyak Muslim yang jauh lebih bejat dari Non Muslim sendiri.

Hal ini yang menjadi pertentangan di hati saya sebagai Muslim, sebagai pengikut agama Islam. Bagi saya, Islam adalah agama yang cinta damai dan penuh keadilan.

Baik, mari kita analisa, semoga Allah mengampuni kekurangan dan kesalahan saya dalam artikel ini...

Coba utk langkah pertama, kita bedakan antara "masuk neraka" dan "tidak masuk surga". Bila non muslim akan masuk neraka saya setuju, namun apabila dikatakan non muslim tidak akan masuk surga, wah nanti dulu, kita bukan Tuhan yg bisa main vonis seenaknya gitu kan...?

Banyak muslim yg salah kaprah dengan kalimat "masuk surga". Karena bukan muslim maka dia tidak akan masuk surga. Begitu kan? Seolah masuk surga itu artinya di akhirat nanti ia akan langsung memasuki surga Allah. Mana bisalah, meski Islam namun hanya Nabi, Rasul-Nya dan Hamba-Nya tertentu yang dikehendaki-Nya yg memiliki akses ke surga sehebat itu.

Oke mari kita bicara neraka dulu, neraka itu apa sih? Neraka itu tempat Allah menghukum manusia atas dosa2 yang diperbuatnya semasa hidup. Jadi sebagaimana tempat hukuman, maka tentulah ada "masa hukuman", seseorang yang divonis "penjara seumur hidup" itu pun berarti masa hukumannya adalah "seumur hidup". Dengan kata lain bila seseorang telah selesai menjalani masa hukumannya maka ia akan lepas dari tempat hukuman tersebut.

Setelah dunia ini berakhir, hanya ada 2 tempat bagi manusia, yaitu surga dan neraka, jadi bila seseorang telah lepas dari hukumannya di neraka ia akan kemana lagi selain ke surga?

Balik lagi ke masalah non muslim. mari kita kaji ayat ini : "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-Nisa': 48)

Jelas sekali Allah menetapkan bahwa dosa yang tidak akan diampuni adalah dosa syirik, selain itu Dia akan mengampuninya, bukankah Allah juga memiliki sifat "Maha Pengampun" atau Al Ghaffaar.

Az-Zumar: 53-54

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”

An Nisa’: 110

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

QS. Al Maidah: 74

“Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah & memohon ampun kepada-Nya ?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dari 3 ayat diatas jelas sekali Allah berkata bahwa Dia memiliki sifat MAHA PENGAMPUN. Bahkan syirik pun masih dapat diampuni Allah, asalkan manusia bertaubat sebelum ia MATI, sebelum buku catatan kehidupannya ditutup malaikat. Apabila manusia yang syirik mati sebelum bertaubat maka ampunan Allah tidak akan pernah ada baginya. Sebagaimana bahkan Rasul pun tidak bisa meminta belas kasihan Allah untuk mengampuni Abu Lahab.

Jadi, baik muslim ataupun non muslim, asalkan dia tidak syirik menduakan Allah, maka ia tetap akan masuk surga juga.

Setelah kiamat akan ada hari yg disebut "hari pembalasan", dimana setiap amal dan dosa ditimbang di persidangan Allah. Disebabkan karena adanya hari pembalasan inilah maka Allah menempatkan malaikat di tiap2 manusia untuk mencatat setiap perbuatan semasa hidup, buku catatan inilah yang akan dibuka di hari pembalasan nanti. Ingat, Allah juga memiliki sifat "Maha Adil" atau Al-Adl', dan Allah pasti akan menegakkan keadilan bagi manusia.

QS. Al-Imron: 18

"Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, YANG MENEGAKKAN KEADILAN. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Al-Hajj: 69

"Allah akan mengadili di antara kamu pada hari kiamat tentang apa yang kamu dahulu selalu berselisih padanya."

Karena Allah adalah YANG MENEGAKKAN KEADILAN dan Dia akan meng-ADIL-i manusia, maka di persidangan nanti agar menjadi adil bagi manusia maka Allah telah menyiapkan "barang bukti" berupa "buku catatan masa hidup" bagi tiap2 manusia, "barang bukti" akan dikeluarkan saat persidangan Allah meminta pertanggung jawaban manusia atas perbuatannya semasa hidup, sehingga manusia tidak akan bisa menyangkalnya lagi dipersidangan tersebut.

Hal ini berlaku untuk semua orang, baik itu muslim ataupun non muslim. Bila dari persidangan nanti berdasarkan "buku catatan masa hidup" terbukti seseorang meski setelah dikurangi pahala semasa hidupnya namun ia tetap memiliki dosa, maka ia akan menjalani hukuman dengan sisa dosanya tersebut. Dimana? Ya pastilah di neraka. Dan setelah ia selesai menjalani masa hukumannya maka ia akan keluar dari neraka. Trus kemana? Ya pastilah ke surga. Mau kemana lagi?

Kecuali mereka yang syirik, menduakan Allah, menyekutukan Allah, mengingkari adanya Allah maka tidak ada satupun amal kebaikan yg dapat menghapus dosa itu, mereka inilah yang akan kekal di neraka, menjalani masa hukuman "seumur hidup". Bayangkan berapa lama "seumur hidup" itu bila Anda tidak akan pernah bisa mati (lagi).

Jadi kesimpulannya, meskipun non muslim, asalkan ia tidak syirik, ia tetap akan masuk surga juga pada akhirnya. Selesai ia menjalani masa hukuman di neraka, mungkin 50 tahun, mungkin 1 abad, mungkin 10 abad, itu tergantung sebesar apa sisa dosanya. Begitu juga dengan muslim. Meski muslim namun apabila ia syirik maka tak kan pernah ada kesempatan baginya memasuki surga.

Kalau dilihat dengan jernih, kesalahpahaman ini hanyalah timbul karena banyak Muslim yang menganggap seluruh Non Muslim itu kafir, padahal mereka tidak tahu yang sebenarnya, tidak semua Kristen menganggap Yesus itu Tuhan, tidak semua Budha dan Hindu menganggap patung berhala itu Tuhan, hanya Allah yang tahu semua kebenaran, jadi kita tidak bisa mem-vonis tanpa bukti yang jelas. Bila kita bersikap seperti itu maka sama saja kita suudzon pada orang lain, justru kita yang berdosa menzolimi orang lain dengan pikiran yang tanpa bukti jelas tersebut.

Allah itu Maha Pengampun, Allah itu Maha Adil. Bila kita tidak mempercayai itu berarti kita mendustai sifat Allah, menganggap Allah bohong, atau menyepelekan sifat Allah, sekecil apapun pertentangan itu didalam hati tetap saja mendustai Allah akan sifat2-Nya yang tertera di Al Quran. Dosa kecil yang terus menerus ditimbun tanpa disadari itu jauh lebih berbahaya daripada dosa besar yang dilakukan hanya 1x.

Coba kita kaji ayat ini :

"Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-An'Am : 115)

Al Quran itu solusi atau jawaban sempurna untuk semua masalah sepanjang masa, sifat2 Allah pun terdapat dalam Al Quran, hadist yang shohih itu bukan pelengkap Al Quran, sempurna berarti tidak memerlukan pelengkap. Al Quran itu sudah lengkap dengan sendirinya. Hadist hanya menguraikan bila terdapat sesuatu yang kurang jelas halnya yang diakibatkan karena keterbatasan manusia berfikir, hadist itu menjelaskan sesuatu yang tidak dapat dinalar manusia. Jadi apabila sudah SANGAT JELAS tertera di Al Quran, maka tidak sepatutnya kita memperdebatkan hadist.

Al-Baqarah : 2

"Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa"

Al-Isra' : 9

"Sesungguhnya Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar"

Thaha : 1-3

"Thaahaa - Kami TIDAK menurunkan Al Quran Ini kepadamu agar kamu menjadi SUSAH; - Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah)"

Bagi pembaca non muslim, silahkan anda berfikir, bila tetap berbuat syirik menduakan Allah Yang Maha Esa maka dalam Agama Islam kami meyakini bahwa anda akan kekal di neraka, dan bila anda percaya Allah itu Esa namun tidak mempercayai Al Quran dan Rasulnya Muhammad maka itu termasuk dosa besar, meski bukan syirik tapi itu akan sangat banyak menambah masa hukuman di neraka. Dalam Islam, Allah itu Maha Pengampun, anda tetap akan masuk surga, namun entah kapan waktunya wallahualam...

Oh iya, ada yang berkata pada saya bahwa surat An-Nisa': 48 itu dikhususkan pada Muslim saja. Menjawab pernyataan ini saya akan mengambil dalil Al Quran dalam 1 ayat sebelum itu, surat An-Nisa : 47.

Wahai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami merobah muka (mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang (yang berbuat ma’siat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku “

Surat An-Nisa ayat 48 adalah sambungan dari An-Nisa ayat 47, jelas tertera disana “Wahai orang-orang yang telah diberi Al Kitab”. Allah tidak menyebutkan “Al Quran” melainkan “Al Kitab”.

Seperti kita ketahui Al Kitab bukan hanya Al Quran. Berarti surat An-Nisa ayat 48 adalah untuk semua pemeluk agama yang berasal dari Kitab Allah, bukan hanya Islam saja.

Mohon maaf bila banyak kekurangan, mohon dimaklumi keterbatasan saya sebagai manusia, ini hanya pendapat saya pribadi, yang tidak suka tidak perlu mendebat, karena sayapun tidak akan memaksa anda membenarkan pendapat ini. Lakum dinukum waliyadin, Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

(Sumber asli : Surga Bagi Non Muslim)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun