Setoran hafalan yang diminta ustazahnya selalu dipenuhi. Tak heran jika kini ia telah mampu menghafal 8 juz dengan kesibukannya yang luar biasa.
Sesampainya di rumah, di Jl Pasar Kembang Surabaya, atlet wushu yang satu ini beristirahat untuk beberapa saat. Kemudian melanjutkan lagi aktivitasnya berangkat ke sasana wushu yang terletak di Jl Pemuda.
Antara pukul 5 sore hingga pukul 9 malam, pada hari Senin sampai Jumat, bisa dipastikan putri Ibu Nuri ini ada di sasana itu. Kecuali hari Sabtu. Hari Minggu pun Auna ada di sasana, tetapi latihannya pagi jam 8 hingga jam 9.30.
Bagaimana dengan waktu menghafal Al Quran? Ternyata setiap hari Sabtu, Auna selalu online dengan ustazahnya untuk setoran hafalan. Tugas dari sekolah pun selalu dikerjakan sepulangnya dari sana. Bisa dibayangkan, bagaimana padatnya kegiatan atlet yang satu ini.
Ya, semua ada kompensasinya. Sudah selayaknya dia mendapatkan prestasi yang begitu memuaskan. Gadis kecil putri alm Bp Ahmad Djauhari ini rela kehilangan waktu bermainnya. Namun, prestasi yang diraihnya tak main-main, sebanding dengan pengorbanannya.
Sayangnya, dari sekian banyak prestasi yang diraihnya itu, hanya beberapa yang perolehannya disaksikan langsung oleh ayahandanya. Bp Ahmad Djauhari wafat pada tanggal 17 September 2020 akibat Covid, dua hari setelah ulang tahun Auna yang ke-11.
Berkat prestasinya yang mengharumkan nama Jawa Timur di kancah nasional maupun internasional itu, Auna diundang oleh Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah, untuk mendapat beasiswa sampai S3. Alhamdulillah.
Namun, itu semua bukan akhir dari perjuangannya. Auna tetap berlatih dan berlatih. Pada Januari 2023 lalu, Auna sempat meraih Juara 1 Jiti Senjata dan Juara 2 Jiti Tangan Kosong di Open Wushu Championship 2023 di Pakuwon City Surabaya.
Siapa yang tak bangga padamu, Auna? Prestasi dunia dan akhirat insyaallah bakal kamu raih. Jangankan orang tua dan keluargamu, teman dan kerabat pun bangga dengan prestasimu.