2. Permasalahan Lahan Basah
Permasalahan yang paling unggul menurut hasil kuesioner yaitu pencemaran air menjadi masalah utama di lingkungan lahan basah. Banyak responden mengidentifikasi penggunaan pestisida dan pupuk kimia dalam kegiatan pertanian sebagai penyebab utama pencemaran air di lahan basah. Limbah dari praktik pertanian ini mengalir ke lahan basah, mengurangi kualitas air dan mempengaruhi kesehatan ekosistem. Pembuangan limbah domestik dan industri yang tidak terkelola dengan baik juga berkontribusi pada pencemaran. Responden melaporkan bahwa banyak lahan basah terpapar limbah cair yang mencemari sumber airÂ
Responden juga mengkhawatirkan dampak pencemaran terhadap kesehatan masyarakat yang bergantung pada air dari lahan basah untuk kebutuhan sehari-hari, seperti irigasi pertanian dan konsumsi.
 3. Pemanfaatan Lahan BasahÂ
Menurut hasil kuesioner yang diungkap oleh masyarakat Desa Bumi Asih ialah bahwa lahan basah kebanyakan dimanfaatkan sebagai sumber air untuk irigasi. Menurutnya dikarenakan lahan basah sebagai sumber air yang stabil yang dapat menyimpan air hujan dan melepaskannya secara perlahan, sehingga menyediakan pasokan air untuk tanaman sepanjang tahun.Â
Banyak petani menyadari pentingnya menjaga lahan basah untuk keberlanjutan pertanian, karena keberadaan lahan ini membantu mengurangi risiko kekeringan dan banjir.
Kuesioner menunjukkan bahwa petani menggunakan berbagai teknik irigasi, termasuk irigasi permukaan dan sistem pengairan basah kering (AWD). Sistem AWD, misalnya, memungkinkan petani untuk mengatur kapan sawah harus digenangi atau dikeringkan berdasarkan kedalaman air di dalam tanah.
5. Arah Pengembangan Lahan Basah
Berdasarkan hasil kuesioner menurut masyarakat arah pengembangan lahan basah dapat dilakukan dengan cara peningkatan penelitian dan pengembangan teknologi. Kuesioner menunjukkan bahwa banyak responden menyadari pentingnya penelitian untuk mengidentifikasi potensi lahan basah yang ada di daerah mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik hidrologi, ekologi, dan sosial ekonomi dari lahan basah, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian juga difokuskan pada keanekaragaman hayati di lahan basah, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menyediakan sumber daya alam yang berkelanjutan.Â
Responden mengindikasikan kebutuhan akan pengembangan teknologi irigasi yang lebih efisien, seperti sistem irigasi tetes dan pemanfaatan sensor untuk memantau kelembapan tanah. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi pemborosan. Ada dorongan untuk menerapkan inovasi dalam pengelolaan air, seperti penggunaan aplikasi berbasis teknologi informasi untuk memantau dan mengatur distribusi air dari lahan basah ke lahan pertanian.Â