Tidak ada negara besar tanpa fokus ke pendidikan, kesehatan dan SDM! Beda 180 derajat dengan China yang sangat pandai, semua tenaga kerja mereka sebisa mungkin diexport ke seluruh dunia, dari tenaga kerja kasar hingga halus, yang penting semua bisa makan, dan ada uang untuk pendidikan dan kesehatan generasi berikutnya!!!
4. Hit and Run
Hal yang paling nyata dari pemerintahan kita, baik yang lalu maupun yang sekarang, adalah pola hit and run = pemadam kebakaran.
- Ada masalah vaksin palsu, disiram air alias diredam, lalu berikutnya tidak jelas ada kebijakan apa untuk mencegahnya.
- Penjara penuh, koruptor dilepaskan dengan remisi, wkwkwk...
Ditengah segala keterbatasan yang ada, harus diakui ada beberapa keberhasilan seperti pemangkasan subsidi bbm, tax amnesty dan pembangunan infrastruktur. Tetapi itu semua bersifat fisik dan bukan bersifat kualitas rakyat sesuai dengan janji revolusi mental Jokowi.
Pembangunan manusia melalui kesehatan dan pendidikan tidak terlihat selain program bagi-bagi duit KIS dan KIP yang akhirnya hanya untuk membeli rokok murah.
Memang 2 tahun ini berat karena ekonomi dunia sedang hancur, tetapi tetap disayangkan karena banyak sekali kebijakan2 baik untuk kesehatan dan pendidikan, seperti penghapusan pajak alat kesehatan diatas, yang sebenarnya hanya bermodal tandatangan, tapi tidak dilakukan juga.
Seberat itukah ekonomi kita, hingga alat-alat kesehatan harus ditarik PUNGLI???
Revolusi mental hingga sekarang hanya muncul di iklan TV, jangan sampai program-program dan pencapaian yang ada ternyata juga hanya iklan di TV? Lama-lama negara kita jadi negara opera sabun/telenovela yang menarik untuk disimak tapi tidak ada kualitasnya.
Sehebat apapun terlihatnya suatu pemerintahan, bila pendidikan rakyatnya masih tetap SD_SMP dan kesehatannya memprihatinkan = nol besar
Dan kini semakin jelas pula, bahwa selama ini yang butuh revolusi mental di indonesia ini bukan rakyatnya, tetapi presidennya...
#FridayIntermezzo