Mohon tunggu...
Anisa Nihaya
Anisa Nihaya Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa pgpaud universitas ahmad dahlan

Nim_2000002025 Ruang baca ya

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Strategi Guru dalam Meningkatkan Perkembangan Bahasa Anak Usia 4-6 Tahun

17 November 2022   11:22 Diperbarui: 17 November 2022   11:33 1602
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Usia dini merupakan usia anak dalam mengeksplor berbagai hal baru, dengan rasa penasaran yang tinggi maka mengembangkan kemampuan anak dalam berbahasa untuk menambah kosakata baru akan sangat mudah. Nah, sehingga untuk mencapai kemampuan tersebut dibutuhkan peran guru dalam membentuk strategi pada pendidikan anak usia dini.

Pada dasarnya, bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk berinteraksi antar manusia. Bahasa menjadi sumber utama dalam mengekspresikan dan mengolah pemikiran. Bahasa mempunyai peran penting bagi proses berpikir anak. Dengan bahasa anak mampu menyampaikan keinginan dan apa yang dirasakan dengan berbicara, mengajukan berbagai pertanyaan sehingga ini akan meningkatkan berbahasa anak.

Bahasa menjadi sarana komunikasi pada anak usia dini, dengan sifatnya yang egosentris maka rasa keingintahuannya sampai ke titik anak merasa puas. Potensi inilah yang harus dikembangkan pada anak usia dini atau bisa disebut usia prasekolah, dimana anak akan dibiasakan untuk berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan mampu  mengontrol diri untuk bersikap.

Menurut Elizabeth G. (2002) proses belajar bahasa merupakan pencapaian intelektual anak yang paling berharga. Pada usia dini, intelektual anak sangat kuat terutama pada bahasa yang diterima anak, jadi jika disejajarkan maka kualitas diri anak akan semakin meningkat. Dengan memberikan pendidikan yang disesuaikan dnegan prosedur tanpa tuntutan ataupun batasan pada anak.

Perkembangan Bahasa pada Anak Usia 4-6 Tahun

Menurut Hutterlocher, perkembangan bahasa paling cepat terjadi anatara 2,5 sampai 5 tahun dibandingkan masa toddler, dan perkembangan bahasa lebih kompleks. Baik dalam kemampuan bahasa akan diterima oleh anak pada usia tersebut. Demikian lingkungan sekolah dapat membangun kegiatan berbahasa yang menyenangkan bagi anak.

Pada usia 4-6 tahun, cara berbicara anak sudah semakin jelas dan dapat dipahami orang disekitarnya, anak pun mulai berbicara dalam kalimat yang misalnya terdiri dari 3 suku kata yaitu “mama, mau minum”, mulai mencari tahu akan keadaan, suasana, sebab-akibat yang terjadi, sehingga kosakata nya dicerna anak semkin bertambah banyak. 

Dengan semakin anak banyak memberikan pertanyaan maka sebagai guru ataupun orangtua juga memberi ruang anak untuk bercerita hingga selelsai, lalu dilanjutkan dengan mengajukan pertanyaan  yang berkaitan dengan cerita yang sudah disampaikan anak. Karena pada usia anak, setiap hari dalam kehidupannya akan melakukan sosialisasi dengan teman-teman atau lingkungannya dan aktivitas bahasa baru dalam tahap menyimak, mendengar serta berbicara. Kemampuan ini juga akan melatih anak untuk ekspresif dan berani dalam mengungkapkan sesuatu, maka aspek perkembangan lainnya juga meningkat terutama dalam bahasa.

Di era sekarang, dengan berbagai bahasa yang menyebar dalam lingkup anak, menjadi hal yang perlu diperhatikan juga, sebagai guru perlu menyaring apakah bahasa yang sudah disampaikan atau diterima anak sudah benar atau kurang baik. Dalam kesehariannya, anak juga merasakan kebosanan jika melakukan kativitas hanya fokus pada satu kegiatan, untuk mengurangi kejenuhan, guru menyiapkan beberapa kegiatan selama proses bermain sambil belajar di kelas.

Guru menajadi peran penting juga dalam perkenbangan bahasa anak usia dini, karena guru jugalah yang mengontrol bagaimana peningkatan diri anak sesuai dengan tahapan usianya. Orangtua dan guru saling bekerjasama untuk mampu menanamkan aspek perkembangan sesuai bahasa pada anak, sehingga tidak hanya sepihak namun juga dalam lingkup kehidupan anak lainnya. Upaya juga tidak akan berhasil jika hanya dalam ucapan saja, maka perlunya suatu penarik yang kuat agar anak juga ikut tertarik untuk berpartisipasi.

Media yang Digunakan untuk Meningkatkan  Perkembangan Bahasa Anak

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun