Imlek terancam
Telah diprediksi oleh Komisi Kesehatan Nasional China Zhong Nanshan bawah kenaikan kasus penyakit pneumonia ini akan terjadi saat liburan tahun baru Imlek. Penyebaran virus ini tidak memperlambat perjalanan liburan tahunan dengan sudah dikatakannya bahwa ada jutaan orang jumlahnya yang datang ke China. Walaupun begitu, memang beberapa orang sudah menggunakan masker di stasiun kereta api di Beijing dan Shanghai untuk mencegah penularan virus.
"Melihat berita (tentang virus corona), saya merasa sedikit khawatir. Tapi saya belum mengambil tindakan pencegahan selain memakai masker," ucap Li Yang. Dia adalah manager yang berusia 28 tahun yang pulang untuk merayakan Imlek bersama kelurganya.
Antrean di loket tiket di luar Stasiun Kereta Api Beijing sudah terlihat, karena sudah terbukti bahwa lebih dari 100 juta perjalanan kereta api sudah dilakukan sejak migrasi massal yang dimulai sejak 10 hari yang lalu, dari operator kereta api nasional.
Sejumlah 106 orang telah diawasi oleh pusah kesehatan di Hong Kong, terutama dengan mengingat kedekatan jarak Guangdong dengan pusat keuangan yang sangat padat. Penumpang yang di bandara dan di terminal kereta juga dipantau dan dilakukan pemeriksaan suhu.
Hari Senin, pejabat kesehatan akan memperluas pemeriksaan yang ditingkatkan untuk memisahkan siapa saja yang datang dari Hubei dan Wuhan. Selain itu, pendatang dari Wuhan juga akan diminta untuk mengisi formulir mengenai pernyataan kesehatan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H