Mohon tunggu...
Anggie D. Widowati
Anggie D. Widowati Mohon Tunggu... Penulis - Penulis, Psikolog, Pegiat Literasi

Penulis Novel: Ibuku(Tidak)Gila, Laras, Langit Merah Jakarta | Psikolog | Mantan Wartawan Jawa Pos, | http://www.anggiedwidowati.com | @anggiedwidowati | Literasi Bintaro (Founder)

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerpen | Tangan

21 Agustus 2022   05:26 Diperbarui: 30 Juli 2024   02:32 214
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Untung bukan anak yang pintar, nilainya biasa saja. Di sekolah dia dianggap anak nakal. Tangannya usil, suka mengganggu teman-temanya. Di kelas bikin ulah, meskipum baru kelas satu ada-ada aja keributan yang dibuatnya.

"Bu, kemarin Untung mencoret-coret tembok belakang sekolah pakai arang, kebetulan ada guru yang lewat dan melihatnya," kata wali kelas saat ibunya dipanggil.

"Maaf pak guru, biar nanti saya yang bersihkan," kata ibunya.

Minggu pagi ibunya datang ke sekolah dengan Untung dan adiknya untuk membersihkan coretan-coretan arang itu. Dengan tekun wanita itu menyikat tembok lalu menyiramnya dengan air.

Untung membantunya dengan tanpa bicara.

"Kalau kau tak berulah, harusnya ibu bisa berjualan di pasar, kalau hari minggu pasar ramai," kata ibunya menahan kesal hati.
Untung diam saja tidak menyahuti.

"Darimana kau dapatkan arang ini?" tanya lbu.

"Pingir lapangan."

"Pinggir lapangan?"

"Ada yang membakar cabang-cabang dan rating pohon," ujarnya pula.

Ibunya tak berkomentar lagi, meneruskan membersihkan tulisan-tulisan yang hampir rata di tembok belakang sekolah. Air mata sudah mau menetes tapi ditahannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun