Menurut BKKBN, menikah mudah dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Alasannya karena reproduksi wanita belum berkembang dan matang sehingga sel rahim dalam kondisi aktif. Bila sudah begitu, bagaimana mau dibilang mamah muda? Bagi perempuan, kesehatan sistem reproduksi sangat penting untuk dijaga. Oleh karenanya, sebelum menikah pikirkanlah kesehatan dibanding pujian 'mamah muda'
3. Kedewasaan
Hal ini penting untuk dimiliki kedua pasangan yang nantinya akan dikaruniai anak. Pola tingkah laku anak sangat dipengaruhi oleh kedewasaan orang tua merawatnya. Orang tua harus dewasa baik dari pikiran maupun tingkah laku agar hal yang diajarkan pada anak tidak salah dan menyimpang.Â
4. Beri pengertian pada orang tua
Salah satu alasan anak muda menikah muda adalah keinginan orang tua memiliki cucu. Keinginan dan harapan orang tua wajib hukumnya untuk diwujudkan oleh seorang anak, namun untuk yang satu ini, harus ada pengertian yang diberikan.Â
Sang anak wajib melakukan pembicaraan pada orang tua mereka soal kesiapannya membina rumah tangga. Apabila pembaca belum merasa siap untuk menikah dan memberikan cucu pada orang tua, katakanlah hal tersebut. Jangan menikah atas dasar faktor desakan sebab yang menjalani adalah diri sendiri beserta pasangan.
Sebenarnya, tidak ada yang salah ketika anak muda memilih menikah di rentang usia 17-25 tahun. Namun, alangkah baiknya pikirkanlah dengan matang hal yang menjadi alasan kuat untuk menikah.Â
Menikah bukan untuk 1-10 tahun mendatang. Tak apa menikah melewati usia 25 tahun. Menikahlah dengan pasangan karena yakin bahwa dia yang terbaik dan dapat menemani suka maupun duka hingga seumur hidup.Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI