O iya, sebagai catatan, artikel ini banyak terinspirasi dari buletin LinkedIn viSEOner dari Agency Creativism.
1. Konsep SEO yang Diperluas Pada Platform Lain
Tantangan SEO pertama yang pasti akan kamu hadapi di tahun 2025 ini adalah konsep SEO, yang sudah mulai diperluas. Tidak lagi hanya sebatas konsep optimasi website saja, tapi juga meliputi platform informasi lainnya.
Ya, optimasi SEOÂ sekarang sudah mulai merambat ke platform Answer Engine Optimization, seperti Chat GPT, Bing AI, Chat Sonic, dan lain-lain. Selain itu, SEOÂ juga mulai merambat ke platform informasi lain seperti TikTok, YouTube, dan juga Instagram.
Dari sini, sudah jelas bahwa kamu harus sudah mulai belajar bagaimana caranya menjalankan content marketing untuk platform media sosial, plus memastikan konten-konten yang dikreasikan di dalam website, memiliki gaya bahasa yang manusiawi, sehingga mudah masuk sebagai referensi jawaban Answer Engine Optimization.
2. Kebiasaan Pencarian Informasi yang Mulai Berubah
Tantangan berikutnya, adalah kemungkinan besar kebiasaan pencarian informasi dari pengguna jagat dunia maya, berubah. Dari yang sebelumnya mencari informasi via Google, kini berubah dengan mencari informasi via media sosial.
Bahkan, tidak sedikit pula yang mencari informasi di jagat dunia maya melalui komunitas tertentu. Lalu, bagaimana cara menghadapi tantangan SEOÂ satu ini?.
Jawabannya adalah jelas dengan melakukan content marketing untuk media sosial terpilih dan strategis. Selain itu, pastikan bisnis yang kamu jalankan mampu menarik lebih banyak customer base berjenis loyal customer. Ciptakan komunitas bisnismu tersendiri.
3. Zero-Click Search
Tantangan SEO terakhir di tahun 2025, yang bakal kamu hadapi adalah besarnya persentase Zero-Click Search yang didapatkan. Zero-Click Search sendiri adalah kondisi di mana konten website tidak mendapatkan keyword click dari SERP (Search Engine Results Page) karena calon pengunjung sudah mendapatkan rincian informasinya langsung di SERP tersebut.
Zero-Click Search ini semakin besar untuk didapatkan karena Google perlahan menerapkan konsep Search Generative Experience di dalam sistemnya. Salah satu contoh nyata pengaplikasiannya, dapat kita lihat dari featured snippets model AI overviews.
Sebenarnya, masalah Zero-Click Search ini, adalah masalah klasik yang sudah dibicarakan dari dulu oleh para SEO marketer. Tanpa adanya featured snippets model AI overviews pun, pengunjung tetap bisa memberikan kita zero-click search karena sudah mendapatkan ringkasan informasi yang dicarinya di meta description.
Didapatkan dari data Search Engine Journal, hasil pencarian yang dilakukan via desktop akan memberikan website, 35% zero-click search.