Mohon tunggu...
Farmpedia Indonesia
Farmpedia Indonesia Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Belajar bertani mulai dari membaca, memahami, dan mengaplikasikan. Jadilah petani yang beriman, berakal, tangguh dan melek teknologi.

Selanjutnya

Tutup

Halo Lokal Pilihan

Kabut Gelap Selimuti Langit Jakarta, Kenali Gejalanya!

24 Agustus 2023   09:30 Diperbarui: 24 Agustus 2023   09:31 260
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tampak langit DKI Jakarta yang kelabu karena polusi udara (sumber: tekno.tempo.co)

3. Pembakaran Sampah dan Biomassa

 Pembakaran sampah, kayu bakar, dan biomassa lainnya untuk pemanasan dan memasak dapat menghasilkan partikel-partikel berbahaya dan gas-gas polutan seperti karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), dan zat-zat organik volatil.

4. Pertanian

Kegiatan pertanian seperti penggunaan pupuk dan penyemprotan pestisida dapat menghasilkan gas amonia (NH3) dan metana (CH4), yang berkontribusi terhadap polusi udara.

5. Pembangkit Listrik

Pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi menghasilkan emisi gas rumah kaca dan polutan udara lainnya.

6. Polusi dalam Ruangan

Polusi udara juga dapat terjadi di dalam ruangan akibat penggunaan bahan kimia rumah tangga, asap rokok, dan pemanasan dengan bahan bakar yang tidak memadai.

7. Aktivitas Alam

Aktivitas alam seperti letusan gunung berapi, kebakaran hutan, dan debu dari gurun juga dapat berkontribusi terhadap polusi udara dalam skala tertentu.

8. Pengaruh Iklim dan Topografi

Faktor iklim dan topografi dapat mempengaruhi penyebaran polutan udara. Misalnya, angin lemah atau kondisi inversi termal dapat menyebabkan akumulasi polutan di suatu wilayah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Halo Lokal Selengkapnya
Lihat Halo Lokal Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun