Mohon tunggu...
Andre Vincent Wenas
Andre Vincent Wenas Mohon Tunggu... Konsultan - Pelintas Alam | Kolomnis | Ekonomi | Politik | Filsafat | Kuliner
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Pelintas Alam | Kolomnis | Ekonomi | Politik | Filsafat | Kuliner

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Tantangan MenPAN-RB Tjahjo Kumolo bagi Parlemen Indonesia

9 Maret 2020   15:01 Diperbarui: 10 Maret 2020   01:39 82
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ada pesan penting yang perlu disimak oleh semua pemangku kepentingan (stake-holders). Yang bicara adalah seorang pimpinan tertinggi kementerian yang bertanggungjawab soal pendayagunaan aparatur negara dan sekaligus melakukan reformasi birokrasi pemerintahan.

Terhadap kritik dari MenPAN-RB ini para anggota dewan tidak perlu reaktif dan emosional. Cara paling gampang untuk membantahnya adalah dengan menunjukkan kinerja yang optimal sebagai anggota dewan.

Anggap saja ini tantangan dari Tjahjo Kumolo bagi Parlemen Indonesia. Anggap juga sebagai faktor untuk memotivasi untuk bekerja lebih keras, lebih jujur dan lebih keras lagi.

Laksanakan sungguh-sungguh fungsi dewan sebagai pembuat undang-undang (fungsi legislasi). Termasuk merevisi dan mereformasi legislasi yang sudah tidak pas, sudah usang dan tidak sejiwa dengan semangat Pancasila dan Undang-Undang Dasar. Program Omnibus-law juga sudah menanti untuk segera dituntaskan.

Menyusun anggaran yang baik dan benar skala prioritasnya. Dimana kita pun tahu bahwa dokumen anggaran adalah juga dokumen moral! Dokumen ini jelas menunjukkan kemana arah keberpihakkan, dari mereka yang menyusun, mengesahkan dan menggunakannya. Inilah disebut fungsi anggaran (budget) dari dewan.

Serentak pula diikuti oleh fungsi ketiga, yaitu fungsi pengawasan (controlling). Sehingga check-and-balances dalam skema pembagian kekuasaan antara eksekutif, legislatif  dan judikatif bisa berjalan dengan efektif.

Diantara orang-orang yang saling berbalas pantun itu mungkin saja terjalin persahabatan. Tidak ada salahnya dengan itu.

Hanya saja perlu diingat nasehat klasik ini, "Amicus Plato, sen magis amica veritas!" (Plato adalah sahabatku, tetapi kebenaran adalah sahabat yang lebih penting).

09/03/2020

*Andre Vincent Wenas*, Sekjen *Kawal Indonesia* - Komunitas Anak Bangsa

Beberapa sumber berita:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun