"Bon, lo harus mengerti bahwa di dalam situasi seperti ini, enggak ada persaingan diantara kalian. Sebaliknya adalah saling memberikan keuntungan satu dengan yang lain. Maksudnya gimana? Lah, kan jelas lo berdua saling membutuhkan. Friends with Benefits, or whatever you call it lah." Saba mulai membagi adonan itu, menimbangnya dan memposisikannya satu-satu menjadi adonan-adonan kecil diatas tray. Kemudian memberikan scrapper nya kepada Commis perempuan tadi. Sang Commis yang nampak masih belia itu segera melanjutkan apa yang baru saja dilakukan Saba.
"Jika salah satu makin melibatkan perasaan dalam hubungan ini, maka akan kacau. Karena hubungan ini akan lebih enak dijalani dengan santai, tanpa ikatan. Teman mesra. Tanpa harus membebani satu dengan yang lain dengan perasaan yang tidak ada ujungnya." Saba mengeluarkan sebuah tray berisi tiga loyang Cheese Cake lagi dari Oven, meletakkannya diatas meja dan membuka perlahan aluminium foil pada Cheese cake nya yang masih panas.
"Enggak semua yang kita mau akan kita dapatkan. Nikmati yang sudah ada aja Bon." Rami angkat bicara.
"Nah ini penakluk langit ketujuh telah bersabda!" Saba tampak puas akan petuahnya yang ditutup dengan rapi oleh kalimat Rami.
Boni makin uring-uringan. Tentu saja dia tidak setuju dan berharap kedua sahabatnya mendukung perasaannya untuk memenangkan hati Lyra. Menjadi dewasa memang menyebalkan.
"Sudah, jangan dipusingin terus. Kini waktunya pengalihan. Kita berangkat buat ketemuan teman-teman gue. Chef, cepetan selesaikan kerjaan lo." Rami melirik jamnya
"Gue kira Cuma kita bertiga malam ini? Nge bir, maen bilyard?" Boni protes
"Tenang aja. Teman gue cuma tiga orang, perempuan semua. Pramugari baru. Masih kinyis-kinyis" jawab Rami mantap.
Sebagai salah satu Pilot Junior terbaik untuk Boeing 737, Rami selalu terbuka untuk menjalin hubungan se-casual mungkin dengan beberapa Pramugari yang terbang bersamanya dan ingin bersenang-senang. Rutinitas pekerjaan dan lokasi yang berpindah-pindah dengan cepat akan menjadi advantage bila diisi dengan aktifitas seru bersama teman-teman.
Di dalam mobil Boni protes lagi; "Kenapa kita enggak main Bilyard aja sih? Gue lagi males ketemu orang-orang Ram."
"Kan tadi gue uda bilang, kita kongkow sama temen-temen gue." Tukas Rami.