Dalam kondisi pandemi yang memaksa banyak orang untuk tetap di rumah maka proses penyebaran pengetahuan di dalam organisasi harus juga dilakukan secara online. Misalnya saja membuat pusat sumber belajar virtual yang dapat diakses oleh anggota organisasi dari rumah mereka masing-masing. Kemudian pada tahap Internalization (internalisasi) ialah proses dimana explicit knowledge tadi mulai terinternalisasi dalam diri anggota organisasi. Proses ini akan semakin cepat terjadi pada anggota organisasi yang turut serta ke dalam proses pengkonversian tacit knowledge seorang master performer menjadi explicit knowledge.
Dengan demikian semakin jelas bahwa manajemen pengetahuan yang disertai dengan manajemen sistem informasi yang baik akan benar-benar bermanfaat bagi organisasi. Sebab pengetahuan seorang master performer merupakan aset yang sangat berharga dan sulit didapatkan oleh organisasi. Master performer mungkin saja menciptakan pengetahuan dalam dirinya dari proses belajar yang berkelanjutkan tapi juga bisa saja itu ialah bakat yang ada dalam dirinya. Akhirnya kita menjadi paham bahwa pengetahuan merupakan hal yang sangat berharga bagi organisasi dan harus dilestarikan untuk keberlangsungan organisasi tersebut.
Saya Andreas Hariyo Pamungkas Songo, seorang mahasiswa S1 di prodi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, dengan nomor induk mahasiswa 1101618057. Saya menulis artikel ini untuk memenuhi tugas ujian tengah semester dari mata kuliah Manajemen Sistem Informasi. Terima kasih telah membaca artikel yang saya buat ini.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H