Mohon tunggu...
Andi Samsu Rijal
Andi Samsu Rijal Mohon Tunggu... Dosen - Peneliti Bahasa dan Budaya

Seorang Ayah; Pencinta Buku

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Minggu Pagi

8 Januari 2023   12:56 Diperbarui: 9 Januari 2023   16:55 119
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Minggu pagi sebentar lagi Senin

Kita saling berburu pagi

Kadang berburuk sangka

Namun lebih sering mengalah pada takdir

Minggu pagi menghitung hari ke Sabtu

Kembali, kita saling menunggu

Kadang berbalik arah

Namun lebih sering mencela

Musim yang tak berirama seperti musik

Kapan terakhir kali kau membuka kalender?

Tak ada namamu dalam lingkaran awal tahun Masehi, apakah kamu lupa atau dia yang sengaja

Hari ini tak ada penagih yang datang, apakah ia lupa janji atau terkena tilang di jalan

Ah mungkin saja ada lagi pohon tumbang

Minggu pagi tak pernah berbeda warna dengan seprei hadiah dari ulang tahun pernikahan kita, ia selalu terang redup tergantung cuaca buruk, padahal dulu juga redup namun dipupuk di pipih kanan hingga memerah

Hari ini hingga Senin kembali pada pagi yang terburu, kita tidak ada janji untuk kembali biar saja sandiwara ini usai dengan sendirinya, sebab ia bukan takdir yang harus diratapi, ia Selaksa almanak suci di hari Selasa depan penghulu dulu 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun