Realitas di atas menunjukkan bahwa baik disadari maupun tidak, sebenarnya roh koperasi sudah banyak ditiru dan menjadi strategi bisnis yang paling populer dimanfaatkan saat ini, termasuk oleh perusahaan-perusahaan raksasa. Sebaliknya, yang membuat koperasi kehilangan popularitas bahkan mendapatkan stigma negatif di tengah masyarakat, lebih dikarenakan pengurus koperasi sendiri yang menyelewengkan jasad koperasi, sehingga kehilangan roh atau jati dirinya sendiri.
Oleh karena itu, jika Muhammad Yunus (penerima nobel tahun 2006) mengampanyekan untuk menggencarkan social entrepreneurship dalam mengatasi permasalahan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara bersamaan, maka untuk mewujudkan masyarakat yg makmur, adil dan sejahtera, bangsa Indonesia sebenarnya cukup mengembalikan "roh" koperasi kepada "jasad"nya seperti yang telah digagas oleh Bung Hatta (Bapak Koperasi Indonesia) sejak 1947 silam.
Selamat Harkopnas ke-70!
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H