Namun pada kesempatan ini Campbell sedikit banyak lebih mengerucut pada bagaimana sebuah visual dapat menceritakan banyak hal lewat adanya foto jurnalistik. Lahirnya teknologi yang semakin canggih berpengaruh besar pada praktik foto jurnalistik contohnya dengan kedatangan berbagai jenis kamera sehingga dapat menghasilkan visual yang semakin memikat.Â
Ia juga mengatakan bahwa dewasa ini dunia bukanlah suatu tempat di mana satu bentuk visual telah mati, melainkan tempat di mana bentuk visual masih hidup dan malah bertumbuh lebih kuat dikarenakan adanya layar yang telah menjadi titik akses yang dominan untuk berbagai konten.Â
Visual juga tak lupa dikatakan memiliki kekuatan sosial yang cukup besar untuk menarik perhatian yang dengan hal itu seorang jurnalis foto dapat membawa estetika dan komitmen dalam pelaporan suatu peristiwa (Champbell, 2013).
Perjalanan Akses Informasi: dari Cetak hingga Online, sampai Seluler.
Jika pada poin pertama Campbell menjelaskan bagaimana perkembangan dunia visual dalam merebaknya teknologi dalam ranah jurnalisme, kali ini ia juga menjelaskan bahwa dahulu foto jurnalistik tak jarang mengandalkan publikasi secara cetak.Â
Namun sayangnya hanya salah satu dari kedua komponen yang bertahan, dengan kata lain praktik foto jurnalistik tetap kuat sementara platform cetak yang dimanfaatkan berada dalam krisis.Â
Dalam tulisannya, Campbell lebih berfokus pada bagaimana keadaan surat kabar di Amerika yang menunjukan proporsi masyarakat yang membaca berita secara cetak terus menyusut.Â
Hal itu disebabkan oleh mulai beralihnya masyarakat pada cara membaca berita yang baru yakni melalui perangkat elektronik atau audio. Masyarakat mengatakan bahwa berita merupakan salah satu hal utama yang mereka akses saat menggunakan perangkat seluler sehingga penggunaan seluler ini kemudian meningkatkan konsumsi berita.
Multimedia dan Berita Online
Internet semakin bermigrasi dan online merupakan salah satu jalan utama untuk mendapatkan berita sehingga kita akan semakin sering menemukan ‘multimedia’ di dalamnya.Â
Sebut saja pada sekitaran tahun 1990, situs web berita sudah mulai menggunakan berbagai mode pelaporan dengan pemanfaatan teknologi digital yang di dalamnya menyuguhkan tak hanya teks tetapi juga audio dan sarana interaktif bagi penggunanya.Â