Mohon tunggu...
Amirsyah Oke
Amirsyah Oke Mohon Tunggu... Administrasi - Hobi Nulis

Pemerhati Keuangan negara. Artikel saya adalah pemikiran & pendapat pribadi.

Selanjutnya

Tutup

Cerita Pemilih Pilihan

Sensasi Luar Biasa TPS di Pinggir Laut

18 April 2019   11:25 Diperbarui: 18 April 2019   11:43 41
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Rumah nelayan di atas air. (dokpri)

Di hari pencoblosan tanggal 17 April 2019, saya mencoba melihat-lihat suasana Pesta Demokrasi di beberapa TPS sekitar Kota Raha di Pulau Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. 

Hal ini memberikan pengalaman dan sensasi yang luar biasa. Saya terbawa memasuki kawasan perkampungan nelayan yang menyajikan aneka pemandangan yang unik.

Rumah di atas air dengan atap yang berwarna-warni. Penasaran bagaimana rasanya tinggal di atas air seperti demikian. Mungkin karena hal tersebut memudahkan mereka untuk langsung berhubungan ke perahu atau kapal yang menjadi andalan mencari nafkah setiap hari.  

Sungai yang menghubungkan perkampungan nelayan dengan lautan luas. (dokpri).
Sungai yang menghubungkan perkampungan nelayan dengan lautan luas. (dokpri).

Pemukiman nelayan tersebut sepertinya sengaja dibangun oleh pemerintah agar terlindung dari abrasi laut dan juga serangan gelombang yang kuat. 

Pemukiman nelayan tidak langsung berada dipinggir laut sebagaimana biasanya. Pemukiman tersebut terpisah dari laut oleh jalanan yang berada dipinggir laut dan tentu saja sudah dibeton dibagian pinggirannya untuk melawan abrasi. Sungguh suatu kebijakan/program pemerintah yang sangat bermanfaat bagi masyarakat nelayan. 

Perahu dan Kapal nelayan parkir dengan tenang, terhindar dari ombak lautan. (dokpri)
Perahu dan Kapal nelayan parkir dengan tenang, terhindar dari ombak lautan. (dokpri)

Nelayan yang hendak menuju ke laut tinggal melewati kolong jembatan yang memang didesain agar kapal-kapal yang agak besar pun tidak tersangkut atau membentur dasar jembatan.

Mungkin karena kampung nelayan, TPS pun dibuat dipinggir laut. Penduduk tinggal menyeberangi jalan yang menjadi pemisah antara laut dengan pemukimannya.

TPS di pinggir laut. (dokpri)
TPS di pinggir laut. (dokpri)

Masyarakat sangat antusias mengikuti rangkaian Pemilu. Mereka berkumpul untuk menerima penjelasan dari Panitia di TPS. Beberapa masyarakat tampak konsentrasi membaca daftar pemilih yang ditempelkan di papan pengumuman. Mungkin mereka mencari namanya sendiri beserta keluarga dan teman-temannya.

Masyarakat nelayan antusias di TPS. (dokpri).
Masyarakat nelayan antusias di TPS. (dokpri).

Bagi yang penat menunggu waktu pencoblosan, bisa menyepi sejenak ke pinggir laut untuk menghirup udara segar dan sejuk yang berhembus. Mungkin sambil mempertimbangkan siapa saja yang harus dipilihnya di bilik suara nanti.

Bisa menepi ke laut untuk memikirkan siapa yang akan dicoblos (dokpri).
Bisa menepi ke laut untuk memikirkan siapa yang akan dicoblos (dokpri).

Bagi yang sudah selesai mencoblos, bisa langsung keluar melalui tempat yang langsung menuju ke pinggir laut. Mungkin saja ada yang ingin merayakan selesainya pencoblosan dengan langsung turun ke laut, mandi dan berenang menyegarkan diri.

Yang sudah mencoblos bisa langsung ke luar mandi dan berenang di laut untuk merayakannya. (dokpri).
Yang sudah mencoblos bisa langsung ke luar mandi dan berenang di laut untuk merayakannya. (dokpri).

Demikianlah cerita dari Kampung Nelayan di hari pencoblosan. Salam. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerita Pemilih Selengkapnya
Lihat Cerita Pemilih Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun