Penentuan komoditas unggulan pada suatu daerah merupakan langkah awal menuju pembangunan pertanian dalam menghadapi globalisasi perdagangan. Otonomi daerah yang berkembang saat ini, di satu sisi memberikan kewenangan yang lebih luas bagi pemerintah daerah dalam mengatur dan melaksanakan program-program pembangunan di daerahnya, namun di sisi lain juga menuntut kesiapan daerah dalam mempersiapkan dan melaksanakan berbagai kebijakan yang kini bergeser menjadi tanggung jawab daerah (Usman, 2001). Pembangunan daerah di era otonomi daerah perlu dilaksanakan secara terpadu, selaras, serasi dan seimbang serta sesuai dengan prioritas dan potensi daerah (Tjiptoherijanto, 1997 dalam Sundari dan Nuning, 2006).
Sektor di Kabupaten hulu Sungai Selatan yang meliputi sub sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan mampu menghasilkan berbagai komoditi yang beragam yang tersebar di 11 kecamatan. Setiap kecamatan dengan karakteristiknya masing masing mempunyai potensi yang berbeda-beda dalam menghasilkan suatu komoditi yang dapat dijadikan basis ekonomi wilayahnya.
Teori ekonomi basis khususnya metode Location Quotient (LQ) dapat digunakan untuk mengetahui komoditi pertanian yang dihasilkan oleh suatu kecamatan termasuk komoditi pertanian basis atau non basis.
Kelompok sektor pertanian
   Kabupaten Hulu Sungai Selatan mampu menghasilkan 27 komoditas dalam kelompok tanaman pangan, Hortikultural/sayur, buah-buahan, rempah dan tanaman hias. Dari sektor pertanian yang unggul adalah Hortikultural/sayur, buah-buahan, dan rempah. Dari gambar penyajian hasil penelitian tersebut dapat dilihat bahwa kecamatan yang memiliki LQ tertinggi dengan nilai LQ sebesar 6.49 yaitu : kecamatan Hantakan, kecamatan Pandawan. Artinya semakin besar nilai LQ disuatu wilayah, semakin besar pula derajat konsentrasinya di wilayah tersebut.
Kelompok sektor perkebunan
   Kelompok perkebunan Hulu Sungai Tengah mampu menghasilkan 8 komoditas yaitu kelapa sawit, kelapa, karet kopi , kakao, tebu , teh dan tembakau dengan data 0 maka non basis semua dalam sektor perkebunan hasil data 0 semua pada tahun 2023
Kelompok sektor peternakan
   Kelompok peternakan Hulu Sungai Tengah mampu menghasilkan 11 dengan data 0 non basis semua dalam sektor peternakan.
Kelompok perikanan
   Kelompok perikanan Hulu Sungai Tengah mampu menghasilkan 2 komoditas yaitu perikanan laut dan perikanan umum dengan data 0 maka non basis semua dalam sektor perikanan hasil data 0 semua pada tahun 2023
Berdasarkan hasil analisis SS ini maka prioritas pembangunan ekonomi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebaiknya difokuskan pada sektor pertanian dan perkebunan sebagai sektor unggulan dan diarahkan pada produksi hasil pertanian dan perkebunan yang memiliki daya saing tinggi
- Merah : tertinggal
- Hijau : andalan
- Pink : prospektif
- Hijau tua : unggul
Berikut beberapa saran untuk meningkatkan performa dan keberlanjutan di sektor ini:
- Precision Agriculture: Menggunakan teknologi seperti sensor tanah, drone, dan IoT untuk memantau kondisi tanah, iklim, dan tanaman. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, air, dan pestisida
- Pemuliaan Tanaman: Mengembangkan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, hama, dan penyakit untuk meningkatkan produktivitas.
- Pelatihan dan Edukasi: Memberikan pelatihan kepada petani mengenai teknik bertani modern dan penggunaan teknologi.
Adaptasi Iklim: Mempromosikan teknik adaptasi terhadap perubahan iklim, seperti pemilihan waktu tanam yang tepat, dan pengaturan tata air untuk mengurangi risiko kekeringan atau banjir
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H