Karena ada libur panjang, gue sama teman kantor memutuskan untuk jalan-jalan ke Negara tetangga Jerman. Tujuan kita dari Stuttgart ke Praha, Wina, Jenewa dan berakhir di Lyon.
Kami menikmati semua pemandangan yang disuguhkan negara itu. Ketika hari terakhir di Jenewa, teman gue bilang, "Dre, ada toko kue namanya “ Mon cherrie Orville’. Wah nama lo diabadikan di Perancis. Sampe pake 'mon cherrie 'segala.”
“ Ada artinya kali Orville dalam bahasa Perancis. Siapa tau bukan buat gue. Lagian siapa yang kenal sama gue?" jawab gue. Jawaban gue membuat semua tertawa keras. Gue penasaran dengan toko kue yang mengabdikan nama gue menjadi nama tokonya. Teman-teman gue sepakat kalau sampai Lyon nanti kita harus tanya sama pemiliknya. Hahahaha...
Tampak luar, toko kue ini terlihat biasa, sama seperti toko kue di jalanan Perancis. Toko kue dengan desain minimalis dan warna monokromnya yang tidak menonjol dibanding toko lain disebrang jalan. Hanya sebuah kata "Orville ' yang membuat gue dan teman-teman gue penasaran hubungan toko itu dengan nama belakang gue.
Oh iya, nama lengkap gue Andre Benjamin Orville. Artinya , anak kesayangan yang gagah menjaga kota emas. Apakah ‘Orville’ adalah kata yang pasaran? Menurut gue sih tidak, karena ini bukan nama keluarga dan gue belum menemukan orang yang bernama Orville.
Sesampainya di sana, gue dan teman-teman langsung memesan croissant, eclair, millefeuile, dan opera. Yang berkesan dari itu semua menurut gue adalah operanya. Opera yang sangat mirip dengan opera dalam ingatan gue karena dulu Asta membawakan opera buatannya sendiri saat berkunjung ke rumah gue.
Salah satu teman gue bertanya pada pegawai disana, " Apa alasannya toko ini bernama Orville?"' tanyanya dalam Bahasa Perancis.
"Saya tidak tau alasannya karena saya hanya pegawai disini. Tapi sebelum pemilik toko meninggal dia bercerita, kalau Orville adalah nama belakang pria yang selama ini dia cintai. Orang yang sangat membantunya hingga sampai ke Perancis. Meskipun ia tidak pernah tau juga perasaan pria itu, tapi ia berharap dengan adanya namanya disini, bisa mengiring pria itu menemukan toko ini dan merasakan cinta yang tulus darinya." kata pegawai itu.
"Wah siapa wanita yang mencintai pria setulus itu?' tanya gue
"Siena Anasta Jullie.' jawab pegawai itu.
Gue berusaha mengingat kalimat pelayan tadi. Pemilik toko ini sudah meninggal. Dia berharap gue datang kesini dan ingin gue tahu kalau dia mencintai gue dengan tulus. Gue menyesal kenapa gue gak sadar dari dulu.