Mohon tunggu...
Ali Arief
Ali Arief Mohon Tunggu... Seniman - Seniman

Saya berasal dari Kota Medan...berkarya dan berkreativitas dibutuhkan kemauan dan keyakinan untuk tetap konsisten di jalur kejujuran dan kebenaran...tetap belajar memperbaiki diri...

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Pohon Kamboja di Sisi Kembang Kantil Komariah

20 Desember 2020   10:04 Diperbarui: 20 Desember 2020   11:06 2024
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Gambar: Aura.co.id)

Hal aneh yang dirasakan tetangga Komariah ketika melintas di depan rumahnya yaitu aroma kembang kantil yang sangat menyengat setiap malam sekitar pukul 22:30 wib. Aroma kembang kantil tercium hingga radius 500 meter dari rumah Komariah.

Para tetangga di sekitar rumah Komariah sedikit merasakan keanehan saat melintasi rumahnya. Bahkan terkadang Komariah seperti melihat sosok orang-orang yang dicintainya, hadir dan berada di tengah-tengah dirinya. Ia seakan bercengkerama di depan teras, tanpa mempedulikan orang lain yang melihat keanehan dirinya.

"Saya melihat Komariah duduk di depan teras sambil bercengkerama dengan orang-orang terdekatnya. Ia seperti berbicara dengan kedua orang tuanya yang telah tiada. Saya sampai tidak percaya ketika melihat Komariah seakan memeluk tubuh kedua orang tuanya." Seorang pemuda desa menyampaikan hal tersebut saat diadakan pos kamling di sekitar balai desa tidak jauh jaraknya dari rumah Komariah. 

"Kok perasaanku jadinya tidak enak ya, Komariah dapat berbicara dengan makhluk astral yang mirip dengan kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia. Kita harus melakukan sesuatu untuk menyembuhkan dan mengusir makhluk astral itu dari tubuh dan sekitar rumah Komariah." Ucap pemuda bernama Hendra kepada Gading yang bertugas menjaga keamanan kampung dengan sedikit gugup.

Kedua pemuda tersebut berniat menyampaikan kejadian yang telah mereka lihat pada malam bertugas di poskamling, dengan terlebih dahulu melakukan kesepakatan melalui aparatur desa untuk merukyah Komariah. Apabila dibiarkan berlarut-larut, mereka khawatir kondisi dan perilaku Komariah akan semakin aneh. Bahkan aroma kembang kantil yang terdapat di pekarangan rumah Komariah, akan dianggap sesuatu yang mistik nantinya. 

"Sebaiknya kita harus secepatnya melakukan tindakan rukyah, kasihan Komariah jika terus merasakan hal yang di luar jalur nalar kita. Berbicara dan memeluk makhluk yang bukan berasal dari alam nyata. Komariah harus ikhlas menerima kenyataan, ayah dan ibunya memang sudah tiada. Jangan sampai, Komariah tersesat oleh para jin yang bersemayam di sekitar rumahnya." Ungkap Hendra yang mengusulkan agar dilakukan rukyah kepada Komariah. Beberapa orang yang hadir sepakat akan usulan yang disampaikan oleh Hendra, dengan harapan Komariah menjadi kembali ceria, seperti ia masih bersama kedua orang tuanya dahulu. 

"Apa yang ingin kalian lakukan di rumahku, aku tidak gila, aku tidak gila." Bentak Komariah, ketika sekelompok warga datang bersama seorang perukyah. Sambil menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya ke rumah Komariah, aparatur desa dengan beberapa warga melakukan rukyah pada Komariah. 

Tidak berapa lama, suara-suara aneh keluar dari mulut Komariah. Ia meraung-raung dan menjerit kesakitan sesaat setelah dilakukan rukyah. Tatapan tajam Komariah dan tangan yang menunjuk ke arah kembang kantil juga pohon kamboja, seketika membuat bulu kuduk yang melihat kejadian tersebut serasa berdiri. Semua menyaksikan hal yang aneh, ketika perukyah menemukan segumpal tanah dibungkus kain dan beberapa paku di dalamnya saat menggali tanah.

Tiba-tiba Komariah jatuh dan pingsan saat bungkusan kain putih berisi tanah dibuka dengan beberapa paku di dalamnya. "Inilah penyebabnya, mengapa Komariah sering menatap dan berbicara ke arah kembang kantil dan pohon komariah itu. Ini adalah pekerjaan orang yang berteman dengan jin dan setan. Makhluk itu selalu ingin menyesatkan manusia ke jalan yang dimurkai Allah. Semoga dengan kita perkuat keimanan dan keyakinan kepada Allah, kita dapat terhindar dari kesesatan dan bujuk rayu setan." Ucap perukyah yang terus melafalkan ayat-ayat suci alquran sebagai bacaan rukyah agar Komariah kembali seperti sediakala. 

Akhirnya Komariah pun tersadar dan seperti terbangun dari mimpi buruknya. Satu per satu warga tersenyum dan sebagian ibu-ibu yang ikut larut dalam tangisan haru. Kembang kantil di sisi pohon kamboja Komariah tidak lagi menampilkan aura mistis. Pohon kamboja dan kembang kantil hanya tercium harum ketika Komariah duduk tersenyum di depan teras rumahnya, sambil menyapa warga yang melintas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun