Mohon tunggu...
Meirri Alfianto
Meirri Alfianto Mohon Tunggu... Insinyur - Seorang Ayah yang memaknai hidup adalah kesempatan untuk berbagi

Ajining diri dumunung aneng lathi (kualitas diri seseorang tercermin melalui ucapannya). Saya orang teknik yang cinta dengan dunia literasi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ayah yang Berselingkuh Seharusnya Tidak Menjadi Seorang Ayah

13 November 2020   07:00 Diperbarui: 13 November 2020   07:06 593
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi anak yang menjumpai ayahnya berselingkuh. Gambar: shutterstock

Keempat, ayah adalah penyemangat. Ayah seyogyanya hadir untuk menyemangati anaknya ketika sedang berusaha. Membangkitkan ketika jatuh. Serta memotivasi saat kehilangan arah.

Kelima, ayah adalah guru. Satu-satunya tempat untuk belajar bukanlah hanya sekolah. Namun juga dirumah ketika anak diajarkan sopan santun serta nilai-nilai kehidupan bagi bekal masa depan anak. Ia juga bisa menjadi buku bergerak yang dapat langsung dilihat. Memberikan teladan yang baik bagi anak-anaknya.

Dari kelima hal tersebut, adakah yang tidak penting? Saya pikir semuanya penting. Anda sendiri dapat menambahkan arti pentingnya kehadiran seorang ayah. Saya rasa banyak dari kita juga memiliki momen-momen luar biasa bersama ayah. Bagaimana ayah seolah-olah menjadi super hero dalam keluarga. Seberapa banyaknya nilai yang ditanamkan untuk kebaikan kita. Seberapa banyak peluh yang membasahi pipi demi kebahagiaan kita. Dan seberapa kuat ia telah berdiri menjadi sandaran bagi kita.

Luar biasa. Ya, sebegitu pentingnya peran seorang ayah bagi keluarganya. Untuk itu, bila seseorang ayah berlaku tidak setia, bila ia berselingkuh seharusnya ia tidak pernah menjadi ayah karena lima peran penting diatas gagal dijalankan. Oleh karena itu, sudah tepat lah kutipan dalam Alkitab yang menyatakan demikian.

Tentang suami kepada istri:

"Hai suami-suami, kasihilah istrimu. Siapa yang mengasihi istrinya mengasihi dirinya sendiri."

Tentang suami kepada anak:

"Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu,  tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan."

Tulisan ini hadir untuk memperingati hari Ayah tanggal 12 November. Semoga para ayah dimampukan untuk berbuat yang terbaik dalam mengasihi keluarga. Terimakasih sudah hadir dan membaca.

Salam hangat.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun