Abdullah mendapatkan amanah dari Rasulullah SAW untuk mengantarkan surat kepada Kisra (Kerajaan Persia), akan tetapi surat tersebut tidak disampaikan langsung ke Kisra, Surat tersebut dikirimkan/disampaikan ke pemimpin Bahrain, surat tersebut kemudian dikirim ke Kisra, disaat surat tersebut berada ditangan Kisra, surat tersebut disobek dan sambil berkata "Seorang budak yang hina dari rakyatku pernah menulis namanya sebelum aku berkuasa", setelah mendengar kelakuan yang telah dilakukan Kisra, Rasulullah bersabda "Allah akan Mencabik-cabik Kerajaannya"
Dihyah bin Khalifah al-Kalbi
Dihyah mendapatkan amanah dari Rasulullah SAW untun mengantar surat kepada Qaisar Heralius (Raja Romawi), jadi surat tersebut tidak langsung disampaikan ke Raja Qaisar, akan tetapi surat tersebut disampaikan melalui pemimpin Basrah, dengan kesuksesan pengiriman surat tersebut, bahwa surat tersebut diterima baik oleh raja Heraklius, Maka sebagai imbalannya Abu Sufyan memberikan sejumlah harta benda dan lainnya kepada Dihyah, disaat perjalanan pulang, Harta yang diterima tadi telah dirampas oleh perampok dari Bani Juzam, setelah rasulullah medengar berita tersebut, beliau mengutuskan Zaid bin Haritsah beserta 500 pasukan lainnya, dan akhirnya harta tersebut telah diperebut kembali.
-
Al-Ala' bin Hadrami
Al-Ala' mendapatkan amanah dari Rasulullah SAW untuk mengantar surat yang berupa ajakan masuk islam kepada kerajaan Bahrain yang bernama Al-Munzir bin Sawa', setelah surat tersebut sampai, Al-Munzir membalas surat ajakan Rasulullah SAW, disurat tersebut beliau kagum dan tertarik dengan islam dan memeluk agama islam, walaupun sebagian kelompok pekerjaan tersebut tidak menyukainya
Salith bin Al-Amiri
Salith bin Al-Amiri adalah salah satu diplomat yang diberi amanah dari rasulullah SAW, Salith diberi tanggung jawab dari Rasulullah SAW untuk menyampaikan surat yang berisikan tentang  ajakan rasulullah SAW kepada Raja Yamamah (Haudzan bin Ali), surat tersebut diterima oleh Haudzan dengan ramah tamah, kemudian surat tersebut dibalas oleh Haudzan yang berisikan "Sungguh bagus dan baik apa yang tuan serukan. Sementara itu banyak orang-orang Arab yang takut terhadap kekuasaanku. Jika tuan mau memberikan sebagian urusan kepadaku, tentu aku mau mengikuti tuan.", akan tetapi Haudzan tersebut tidak masuk Islam tetapi beliau akan mengikuti ajaran Rasulullah SAW
Syuja' bin Wahb
Syuja; mendapatkan amaanh dari Rasulullah SAW untuk mengantar surat yang berisi ajakan Rasulullah SAW kepada Al-Haris bin Ali al-Hanafi (Pemimpin Yaman), surat tersebut tidak diterima oleh Penguasa Damaskus secara tidak ramah dan tidak mau masuk islam
Amr bin Ash
Amr mendapatkan amanah dari Rasulullah SAW untuk mengantarkan ke Raja Oman Jaifar dan Abdu keduanya adalah Putera Al-Gulandi Al-Uzdi, Penguasa Oman, Surat tersebut berisi ajakan Rasulullah SAW ke islam, dan akhirnya surat tersebut diterima dan kedua pemimpin Oman tersebut menyatakan  masuk Ke-Islamannya. (Saufan 2015)