Misalkan seperti dicontohkan, bagaimana seseorang yang mulanya bukan siapa-siapa, kemudian berkat dukungan seorang, menjadi orang sukses dan terkenal atas jabatan yang diraih dan digenggamnya. Tapi kemudian ia lupa atau melupakan orang yang telah mengantarnya ke jenjang kesuksesan tersebut. Termasuk melupakan dan mengabaikan komitmen apa yang diucapkan, tanpa beban. Bahkan kalau bisa orang yang pernah membantunya itu disingkirkan. Ambisi hasrat kuasa membuat orang lupa diri asal usulnya, kacang lali kulite.
3. Ojo Kagetan
Inti dari filosofi ojo kagetan ini mengajarkan pada kita untuk senantiasa eling lan waspada, tidak hilang kendali diri. Dan itu banyak kita saksikan di panggung politik.
Bagaimana seseorang yang berhasil mewujudkan hasrat politiknya kemudian lupa diri, hilang kendali diri, terbuai hasrat kuasa yang digenggamnya. Di mana kekuasaan itu sebagai amanah untuk mensejahterakan rakyat, kemudian ia manfaatkan sebagai aji mumpung. Mumpung sedang berkuasa.
      Â
4. Ojo Adigang Adigung Adiguna
Filosofi ojo adigang adigung adiguna mengajarkan bahwa manusia tidak boleh mentang-mentang dirinya paling hebat, paling digdaya. Pesan ini juga mengingatkan seorang pemimpin untuk tidak menjadi lupa diri, merasa paling bisa, tetapi sebenarnya tidak bisa apa-apa. Ada kita temui, untuk menutupi kelemahan dirinya yang sejatinya tidak tahu dan tidak bisa apa-apa yaitu dengan bersikap adigang adigung adiguna. Semua itu ia lakukan untuk menutupi kelemahan dirinya.
5. Ojo Rumangsa Iso, Ning Iso Rumangsa
Intinya mengajarkan agar tidak menjadi orang yang lupa diri, sok tahu, sok keminter, padahal tidak tahu apa-apa, misalnya dalam mengambil kebijakan yang tidak sesuai sehingga menimbulkan kerugian yang semestinya tidak terjadi.
Begitu halnya dalam ucapan. Di mana seorang pemimpin yang dipegang adalah omongannya untuk digugu lan ditiru sebagai suri tauladan. Termasuk satunya kata dengan perbuatan, tidak mencla-mencle, bukan pagi tempe sore kedelai. Ucapan seorang pemimpin itu adalah sabda pandita ratu tan wolak-walik.
6. Mikul Dhuwur Mendem Jero