Mohon tunggu...
Alex Japalatu
Alex Japalatu Mohon Tunggu... Penulis - Jurnalis

Suka kopi, musik, film dan jalan-jalan. Senang menulis tentang kebiasaan sehari-hari warga di berbagai pelosok Indonesia yang didatangi.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kuda Sandelwood: Analisa Gender hingga "Menyerang Kalembu"

5 September 2022   09:39 Diperbarui: 5 September 2022   11:02 767
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Logo Kabupaten Sumba Barat Daya (https://www.kibrispdr.org/) 

Saya mengikuti Pacuan Kuda Piala Bupati Sumba Timur 2022 yang berlangsung bulan Agustus lalu melalui livestreaming yang disiarkan oleh teman saya Heinrich Dengi, Direktur Radio MaxFM di Waingapu. Pacuan dari 15 kelas yang melibatkan sekitar 270 ekor kuda sandelwood. Pada tahun 2018 pesertanya lebih banyak lagi, mencapai 500 ekor.  

Logo Kabupaten Sumba Barat Daya (https://www.kibrispdr.org/) 
Logo Kabupaten Sumba Barat Daya (https://www.kibrispdr.org/) 

Kuda peserta pacuan diberi nama sangat elok, sesuai tempat atau harapan dari pemiliknya. Maka boleh disebut di sini: Johar Manik, Starla, Bukan Penonton, Rambu Lapindu, Sinar Baru, Rambu Tidas, Lagalete, Wayang,  Brimo 26, Anak Manja, Sinovia, Jelajah Bhineka, Red Star (kayak klub sepak bola ya), Apa Kabar, Pangadang Kalembi, Nduko Linjang, Cayo Aria, Davinci Calva, Leona, Arasthi, Rambu Tutur, Gadis Pepuwatu, First Lady, Tenda Biru.

Waktu masih SD di Kodi pada tahun 1985, ada kuda juara kelas A yang diberi nama "Menyerang Kalembu". Entah apa arti nama ini!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun