Mohon tunggu...
Akhdan Raffendy
Akhdan Raffendy Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar

Suka makan mie, main MLBB, sama nonton anime. Oiya, saya juga introvert!

Selanjutnya

Tutup

Worklife

Peranan Gen Z terhadap Masalah Pengangguran Pada Masa Mendatang

16 November 2023   10:48 Diperbarui: 16 November 2023   10:50 949
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Salah satu permasalahan yang di hadapi oleh negara-negara berkembang termasuk Indonesia adalah masalah pengangguran. Masalah pengangguran ini merupakan salah satu masalah ekonomi yang menjadi penghambat pembangunan daerah karena dapat menimbulkan masalah-masalah sosial lainya. Selain itu, masalah ini juga dapat memberikan pengaruh yang besar serta dampak negatif bagi kehidupan masyarakat Indonesia di masa kini maupun di masa yang akan datang nanti. Lantas, tindakan apa yang harus kita lakukan agar dapat mengurangi serta menindaki masalah dari pengangguran ini?

Mengutip dari cnbcindonesia.com melaporkan bahwasannya angka pengangguran di Indonesia telah mencapai 8,42 juta orang pada periode Agustus 2022, angka ini naik dari sebelumnya yang berjumlah 8,40 juta orang pada priode Februari 2022. Data ini akan terus mengalami penurunan ataupun kenaikan di setiap bulan dan tahunnya. Bahkan sampai di tahun ini pun, telah tercatat sekitar 2,8 juta pengangguran di indonesia yang dikenal dengan sebutan Hopeless of job alias pasrah atau menyerah dalam mencari pekerjaan. Dan tak hanya itu, kini sudah banyak informasi yang beredar mengenai masalah pengangguran ini. Bahkan kini, telah diinfokan bahwasannya ada banyak kaum milenial dan juga generasi z yang lebih memilih untuk menjadi pengangguran ketimbang merasa tak nyaman ataupun bahagia ketika sedang berada di tempat kerja. Masalah ini bukan lah suatu hal yang dapat kita anggap sebagai masalah yang sepele.

Berdasarkan survei dari Randstad Workmonitor 2022 yang kami kutip dari databoks.katadata.co.id, mejelaskan bahwasannya ada sebanyak 41% pekerja yang berusia 18-24 alias generasi z setuju tentang pendapat yang menyatakan bahwa kaum milenial lebih memilih menjadi pengangguran ketimbang merasa tak nyaman ataupun bahagia ketika berada di tempat kerja. Disi lainnya, sebanyak 38% pekerja yang berusia 25-34 alias generasi milenial sependapat akan hal tersebut. Hal ini dapat menimbulkan kesenjangan yang kemungkinan merupakan hasil dari tonggak penting bagi masyarakat kebanyakan ketika mereka telah memasuki usia paruh baya dan hanya memprioritaskan penghasilan serta kepuasan mereka dalam bekerja saja.

Merujuk dari hal diatas, kita dapat mengetahui bahwasannya masalah pengangguran ini dapat menyebabkan banyak sekali dampak negatif didalamnya terutama bagi individu maupun terhadap masyarakat pada umumnya mulai dari menghilangkan lowongan pekerjaan, keterampilan, hilangnya mata pencaharian, serta dapat menimbulkan ketidakstabilan sosial politik. Kita sebagai generasi z (generasi yang hidup di angka kelahiran tahun: 1997-2012) mau tidak mau harus bisa menangulangani masalah dari pengangguran ini. Karena kita adalah pemuda yang akan melanjutkan peranan dari generasi selanjutnya. Kita yang akan menentukan arah dari masa yang akan datang nantinya.

Perlu kita ketahui, bahwasannya pengangguran ini bukanlah masalah yang sepele. Oleh karena itu, kita harus mengetahui cara menanggulangani kasus pengangguran yang merajalela ini. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya masalah pengangguran ini. Mengutip dari cnnindonesia.com yang mereka ambil dari buku Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI buatan Aisyah dan Fitria, bahwasannya ada 10 cara yang sudah saya rangkum untuk mengatasi masalah dari pengangguran ini diantaranya:

1. Menyelenggarakan bursa pasar kerja

Dengan Menyelenggarakannya bursa pasar kerja bagi masyarakat sekitar, akan terjadi komunikasi yang baik antara perusahaan dan pencari kerja di sebuah tempat secara langsung. Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar karena selama ini banyak informasi mengenai lowongan kerja yang tidak tersampaikan kepada masyarakat dan hanya bisa daiakses oleh golongan tertentu saja.

2. Menggalakan kegiatan ekonomi informal

Salah satu caranya yaitu dengan mengembangkan industri rumah tangga di banyak tempat sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja.

3. Meningkatkan keterampilan tenaga kerja

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun