Bagi mereka yang sudah berkeluarga atau tengah bersiap untuk menikah dan membentuk rumah tangga, mengambil cicilan rumah bisa menjadi pilihan yang bijak. Memang, pada awalnya, saat masih dalam proses mencari rumah yang cocok, menyewa tempat tinggal seperti kontrakan atau kosan mungkin merupakan pilihan yang wajar.Â
Namun, pertanyaannya adalah, sampai kapan kita akan terus menerus menyewa?
Biaya sewa bulanan untuk kontrakan atau kosan bisa menjadi beban finansial yang terus-menerus dikeluarkan tanpa ada akhirnya. Padahal, jika uang tersebut dialokasikan untuk pembayaran cicilan rumah setiap bulannya, itu akan menjadi investasi yang jauh lebih berarti.Â
Sewa kontrakan atau kosan hanya membuat kita menjadi pemilik sementara, sedangkan dengan memiliki rumah sendiri melalui cicilan, kita sedang membangun aset yang akan kita miliki untuk jangka waktu yang panjang.
Jadi, mengambil cicilan rumah bukan hanya sekedar membayar tagihan setiap bulannya, tetapi juga merupakan langkah untuk membangun masa depan yang lebih stabil secara finansial.Â
Alih-alih uang sewa yang kita bayarkan setiap bulan kepada pemilik kontrakan, uang yang kita bayarkan untuk cicilan rumah akan menjadi investasi yang akan membawa manfaat jangka panjang dan menguntungkan.
Dengan memiliki rumah melalui cicilan, kita tidak hanya menempati tempat tinggal yang kita sebut 'rumah', tetapi juga sedang membangun aset yang berpotensi meningkat nilainya seiring berjalannya waktu.Â
Ini berarti kita sedang berinvestasi dalam masa depan keluarga, karena kepemilikan rumah akan memberikan stabilitas finansial yang tidak dimiliki ketika kita hanya menyewa tempat tinggal.
Selain itu, memiliki rumah sendiri juga memberikan kepastian akan biaya tempat tinggal di masa depan. Seiring berjalannya waktu dan peningkatan nilai properti, cicilan rumah yang dibayarkan juga akan menjadi investasi yang menguntungkan.Â
Dengan demikian, mempertimbangkan untuk mengambil cicilan rumah adalah langkah yang bijak untuk memastikan stabilitas dan kesejahteraan keluarga di masa depan.