Virus PMK yang pernah ada di Indonesia tahun 1983 hanya serotipe O.
Hewan apa saja yang dapat terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ini?
Jenis hewan yang akan terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ini yaitu hewan golongan ruminansia (yang terdiri dari sapi, kerbau, kambing, domba, rusa), babi, unta, dan beberapa hewan liar.
Secara percobaan, virus PMK dapat menginfeksi hewan lain antara lain pada kelinci, marmut, tikus, dan hamster.
Lalu seperti apa gejala klinis pada sapi/kerbau?
Gejalanya yang dapat diamati antara lain:
- Demam tinggi yang bisa mencapai level 41 derajat Celcius
- Pembengkakan limfoglandula mandibularis (limfoglandula adalah organ yang ada pada kepala sapi)
- Hipersalivasi (artinya intensitas dan kuantitas air liur yang berlebihan)
- Adanya lepuh dan erosi di sekitar mulut, moncong hidung, lidah, gusi, kulit sekitar kuku dan puting ambing (puting ambing adalah kelenjar untuk mengeluarkan susu pada hewan ternak).
Bagaimana kekuatan daya tahan virus di lingkungan?
Terkait daya tahan virus di lingkungan sekitar ini sangat bervariasi
- Air : 50 hari
- Rumput : 74 hari
- Tanah : 26-200 hari
- Feses kering : 48 hari
- Feses basah : 8 hari
- Cairan feses : Â 34-43 hari
- Dalam limfonodus, sumsum tulang, tetesan darah, jeroan bisa bertahan selama beberapa bulan.
Bagaimana cara penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari hewan ke sesama hewan?
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ini merupakan penyakit yang sangat menular ke sesama hewan.