Sedangkan untuk menjadi juara Piala AFF 2018, maka bertambah andai-andai itu.
Kesebelas, andai Timnas bisa menang melawan juara Grup A dan melangkah ke babak final.
Keduabelas, andai Timnas bisa mengalahkan lawannya di babak final.
Dengan demikian ada "10 andai" agar Timnas bisa lolos ke babak berikutnya, dan ada "12 andai" untuk Timnas bisa juara Piala AFF 2018 mengingat kualitas Timnas yang ada saat ini.
Jadi masih perlukah dukungan untuk Timnas Indonesia agar bisa lolos dari Grup B dan juara Piala AFF 2018? Timnas butuh keajaiban di sini, baik untuk lolos dari Grup B maupun juara Piala AFF 2018. Apakah Timnas layak untuk mendapat keajaiban itu?
Ada "10 andai" di atas tadi agar Timnas bisa lolos dari fase grup, dan memang bisa diperkecil atau dikurangi dengan asumsi kualitas tim Thailand masih di atas Filipina dan Singapura serta mengalahkan kedua tim itu. Tapi bukankah bola itu bundar? Bukankah selama bola masih menggelinding segala kemungkinan masih bisa terjadi?
Lucunya, mengingat kualitas tim Thailand tidak terlalu tinggi, bisa dilihat saat menghadapi Timnas Indonesia, jangan-jangan baik Singapura maupun Filipina bisa mengalahkan Thailand.Â
Ternyata yang lolos dari Grup B adalah Filipina dan Singapura.
Semua bisa terjadi kalau "faktor keajaiban" dimasukkan dalam hal ini.
Salam bola itu bundar, bukan peang.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H