Mataku masih terjaga, televisi yang tadi kubiarkan menyala akhirnya kumatikan. Kuganti dengan memutar lagu Mimpi milik Anggun C Sasmi di netbook, karena aku benar-benar tidak terlalu suka kesunyian. Kesunyian di malam hari hanya akan membuat mataku terus terjaga.
“Melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi, terlelap dalam lautan emosi. Setelah aku sadar diri kau tlah jauh pergi, tinggalkan mimpi yang tiada bertepi. Kini hanya rasa rindu merasuk di dada, serasa sukma melayang pergi, bawa arus kasih membara.”
Biasanya jika mengingat kenangan, aku suka memutar lagu Kemesraan milik Iwan Fals. Entah kenapa malam ini begitu berbeda. Kupikir lagu ini bisa mewakili perasaan teman lamaku saat ini. Mungkin ada juga perasaan-perasaan lain yang ikut terwakili. Siapa? Tak penting untuk dibahas.
Aku semakin kepikiran teman lamaku itu. Kabar terakhir yang aku dengar tentangnya dari teman-temanku dan temannya yang lain, ia kini sedang serius mengejar mimpi dan cita-citanya. Meskipun sudah lama tak mendengar kabarnya lagi, tapi aku yakin kemana pun ia melangkah, ia akan tetap membawa kenangan manisnya.
Seorang laki-laki muncul dalam ingatan. Aku pun punya kenangan manis, yang sampai saat ini tidak bisa kulupakan. Kenangan “kisah kasih di sekolah”.
Malam semakin larut. Kulihat jam di dinding, waktu sebentar lagi menjadi pagi. Baterai netbook pun tinggal 7%. Kubiarkan lagu Anggun C Sasmi mengalun di sepanjang malam. Biasanya aku akan tertidur begitu saja. Dan netbook pun akan mati dengan sendirinya.
Cinta sejati memang ada, dan itu milik-Mu, Sang Pemilik Hati. Tapi apakah cinta sejati diantara hamba-hamba-Mu benar-benar ada Tuhan?
(AKLmn, 30 Januari 2012)
• Garung : tangisan keras-keras (karena kesakitan); raungan
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H