kedua, sesuai dengan syariat Islam. Semua perhitungan dan konsep serta cara kerja asuransi berbasis syariah ini menggunakan ajaran ajaran dalam syariat Islam.Â
ketiga, adanya sistem surplus. Surplus yang dimaksud adalah ketika dana kontribusi lebih besar dibanding nilai claim pada asuransi berbasis syariah.Â
ke-4, berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadis. Sebagai mana terkonsep hukum Islam didalam perbankan ataupun asuransi dengan konsep islami. Membuat asuransi syariah tentu berpedoman kepada ketetapan atau hukum Islam yang berasal dari Al-Qur'an dan hadist.Â
ke-5, dana tidak dapat hangus. Artinya semua yang pernah di storkan dapat di tarik kembali dan tidak akan hangus dalam kondisi apapun.
ke-6, adanya double claim. Dengan memanfaatkan dua layanan yang berbeda. Dan ini hanya ada pada asuransi berbasis syariah.
sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, asuransi berbasis syariah bisa menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia yang merupakan negara dengan Islam terbanyak di dunia.
kegiatan mengikuti Asuransi pun bisa menjadi suatu pencegahan dan sikap perduli kepada diri sendiri dan keluarga yang dicintai.Â
terlebih, disaat terjadi wabah seperti saat ini. Pentingnya asuransi jiwa dan kesehatan, tentu dapat membantu situasi ekonomi yang tiba tiba saja harus mengalami penurunan saat keadaan terpuruk dalam mengalami hal buruk, seperti kecelakaan dan sakit. Sehingga, perlindungan diri dan orang terkasih bisa di proteksi dengan baik.Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H