Mohon tunggu...
Agussalim Ibnu Hamzah
Agussalim Ibnu Hamzah Mohon Tunggu... Penulis - Historia Magistra Vitae

Mengajar sambil belajar menulis beragam tema (sejarah, pendidikan, agama, sosial, politik, hingga kisah-kisah inspiratif). Menerbitkan sejumlah buku tunggal atau antologi bersama beberapa komunitas seperti AGUPENA, SATUPENA, MEDIA GURU, KMO, SYAHADAH, AGSI dan SAMISANOV.

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

Ramadan yang Nestapa di Palestina, Masih Tersisakah Doa untuk Mereka?

28 Maret 2024   12:11 Diperbarui: 28 Maret 2024   12:24 498
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jika dihubungkan dengan hikmah wajibnya berpuasa, maka sangat tepat jika nestapa atau derita saudara-saudara kita di Palestina, khususnya di Gaza menjadikan kita hamba yang mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita di Indonesia. Maka tidak sepantasnya, kita melupakan mereka dalam doa-doa malam kita. Percayalah, salah satu pertanyaan di alam kubur nanti adalah "siapakah saudaramu" maka kita tidak hanya dituntut mampu menjawab secara lisan kelak, tetapi terlebih dahulu harus diamalkan atau termanifestasikan di zaman sekarang. Apalagi saat ini mereka sedang sakit, bahkan merana di bawah penindasan Zionis Israel.

Kita bersyukur, Indonesia termasuk negara yang aktif menunjukkan simpati dan empati. Semoga secara individu kita termasuk dalam bagian simpati dan empati itu. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang lalai karena asyik menikmati jamuan berbuka puasa dan sahur, khusyuk dalam salat-salat malam tetapi melupakan sepenggal doa untuk mereka. 

Ada segelintir yang mengatakan kenapa harus membantu yang jauh sementara yang dekat juga ada yang mengalami kelaparan dan penderitaan. Tanyakan pada mereka apakah mereka yang jauh tidak membantu kita saat tertimpa bencana? Jadi bagaimana sikap yang terbaik, tentu mengutamakan yang dekat. Jika masih ada kelebihan harta kita sedekahkan kepada saudara jauh yang tertimpa musibah. Jika tak mampu menyumbangkan materi, bukankah doa juga bisa kita panjatkan. Jika doa saja tak mampu kita kirimkan maka betapa kikirnya kita yang mengaku seorang Muslim ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun