Mendorong pertanyaan anonim. Hal ini dapat mengurangi rasa takut siswa. Guru dapat menggunakan kotak pertanyaan atau platform online, sehingga siswa dapat mengirimkan pertanyaan tanpa menyebutkan nama.
Memberikan umpan balik positif. Guru harus memberikan umpan balik yang positif dan konstruktif terhadap setiap pertanyaan yang diajukan siswa. Hal ini membantu siswa merasa dihargai dan didukung dalam proses belajar.
Pelatihan dan pengembangan profesional. Guru perlu mendapatkan pelatihan yang memadai dalam keterampilan bertanya dan manajemen diskusi. Program pelatihan berkelanjutan yang difokuskan pada pengembangan keterampilan ini sangat penting. John Hattie (2012) menekankan pentingnya pelatihan profesional yang berfokus pada peningkatan teknik mengajar.
Menggunakan sumber daya dan alat bantu. Ada banyak sumber daya dan alat bantu yang memungkinkan guru mengembangkan keterampilan bertanya, seperti buku panduan, video tutorial, dan lokakarya. Richard Paul & Linda Elder (2012) menyarankan penggunaan alat bantu ini untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajukan pertanyaan yang baik dan memfasilitasi diskusi yang produktif.
Paparan di atas menunjukkan, membudayakan keterampilan bertanya dan mempertanyakan di kalangan siswa merupakan langkah penting untuk meningkatkan sikap kritis mereka. Dengan memahami manfaat bertanya, seperti meningkatkan pemahaman konsep, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif, serta meningkatkan motivasi belajar, guru dapat mendorong siswa untuk menjadi pembelajar yang lebih aktif dan reflektif. Dalam hal ini, peran guru, orang tua, dan pembuat kebijakana sangat penting. Guru dapat memfasilitasi proses belajar yang mendukung keterampilan bertanya, orang tua dapat mendorong rasa ingin tahu anak-anak di rumah, dan pembuat kebijakan dapat menyediakan sumber daya serta pelatihan yang diperlukan bagi para pendidik. Bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang memupuk sikap kritis dan keterampilan bertanya, membekali siswa dengan kemampuan yang esensial untuk menghadapi masa depan. (*)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H