Mohon tunggu...
Agus Arwani
Agus Arwani Mohon Tunggu... Dosen - Dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Membaca adalah petualangan tanpa batas yang dijalani dalam diam, menulis adalah ekspresi jiwa yang tercurah dalam kata. Keduanya membentang jembatan antara imajinasi dan realitas

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Terima Kasih dan Selamat Jalan, Pak Jokowi: Tetaplah Menjadi Guru Bangsa dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

20 Oktober 2024   17:40 Diperbarui: 20 Oktober 2024   18:02 55
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.klikbarito.com/nasional/108213739227/jokowi-bersiap-lepas-jabatan-presiden-perjalanan-10-tahun-memimpin-indonesiaInput sumber gambar

Terima Kasih dan Selamat Jalan, Pak Jokowi: Tetaplah Menjadi Guru Bangsa dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045 

Selesainya masa kepemimpinan Joko Widodo sebagai Presiden menandai berakhirnya satu dekade yang penuh dengan perubahan dan harapan baru bagi Indonesia. Sepuluh tahun yang diisi dengan berbagai kebijakan dan inisiatif telah membuatnya meninggalkan jejak yang membekas di hati rakyat. 

Dari infrastruktur hingga reformasi pelayanan publik, Jokowi telah memberikan arah baru bagi perjalanan bangsa. Kini, dengan estafet kepemimpinan berpindah ke Presiden Prabowo Subianto, inilah saat yang tepat untuk menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas pengabdiannya serta mengucapkan selamat menjalani fase baru kehidupannya.

Jokowi adalah simbol bahwa siapa pun, tanpa latar belakang elite politik, bisa memimpin bangsa. Lahir dari keluarga sederhana di Solo, ia berhasil meniti karier dari Wali Kota Solo hingga Gubernur Jakarta, dan akhirnya menjadi Presiden Republik Indonesia. 

Jokowi mematahkan stigma bahwa pemimpin harus berasal dari kalangan tertentu, membuktikan bahwa kerja keras dan integritas adalah kunci bagi siapa saja yang ingin berbuat untuk negeri. Gaya kepemimpinan sederhana yang ia tunjukkan menjadi teladan bagi banyak pemimpin muda di seluruh Indonesia.

Salah satu warisan terbesar Jokowi adalah pembangunan infrastruktur. Ia menyadari bahwa tanpa konektivitas, perekonomian sulit berkembang secara merata. Jalan tol, bandara, pelabuhan, dan jalur kereta api dibangun untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi. Infrastruktur ini bukan hanya membangun akses fisik, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru di berbagai daerah. Langkah tersebut adalah fondasi penting bagi cita-cita Indonesia menjadi negara maju.

Selain infrastruktur, Jokowi juga meletakkan dasar bagi perbaikan sektor pendidikan dan kesehatan. Melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), ia berusaha memastikan bahwa akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan tidak lagi menjadi kemewahan, melainkan hak yang bisa dinikmati seluruh masyarakat. Ia meyakini bahwa pembangunan sumber daya manusia adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.

Gaya kepemimpinan Jokowi yang khas adalah blusukan, sebuah metode terjun langsung ke lapangan untuk mendengar dan memahami masalah rakyat. Cara ini bukan sekadar formalitas, melainkan bukti bahwa pemimpin harus hadir dan merasakan langsung apa yang dialami masyarakat. Hal ini mengubah cara pandang banyak pemimpin daerah dalam menjalankan tugas mereka, menjadikan blusukan sebagai pola baru dalam kepemimpinan di Indonesia.

Namun, perjalanan kepemimpinan Jokowi tidak selalu mulus. Berbagai tantangan dan kritik datang, terutama terkait kebijakan-kebijakan strategis seperti pemindahan ibu kota dan Omnibus Law. Kebijakan tersebut menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Meski begitu, Jokowi tetap teguh dalam mengambil keputusan, menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya bertugas menyenangkan semua pihak, tetapi juga harus berani mengambil langkah demi masa depan bangsa.

Saat pandemi COVID-19 melanda dunia, Jokowi dihadapkan pada tantangan terberat sepanjang masa kepemimpinannya. Namun, ia berhasil memimpin dengan ketenangan dan ketegasan. Program vaksinasi massal dan berbagai bantuan sosial menunjukkan komitmennya untuk melindungi rakyat di tengah krisis kesehatan dan ekonomi. Keputusannya menjaga keseimbangan antara kesehatan dan perekonomian menjadi pelajaran penting dalam menghadapi situasi darurat.

Selain itu, Jokowi juga berhasil membawa Indonesia tampil lebih menonjol di kancah internasional. Melalui partisipasi aktif di forum-forum global seperti G20, ia memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan regional. Kerja sama internasional yang ia bangun membuka peluang baru bagi perekonomian dan diplomasi Indonesia di masa depan. Peran ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus memainkan peran strategis di kawasan Asia.

Meski telah banyak pencapaian yang diraih, masih ada beberapa tantangan yang harus dilanjutkan oleh pemerintahan baru. Ketimpangan ekonomi, tata kelola lingkungan, dan reformasi birokrasi adalah beberapa pekerjaan rumah yang belum selesai. Namun, fondasi yang dibangun Jokowi menjadi modal kuat bagi penerusnya untuk melanjutkan dan menyempurnakan apa yang telah ia mulai.

Kini, saat kepemimpinan berganti ke Presiden Prabowo Subianto, harapan besar dititipkan agar pembangunan dan reformasi yang telah dimulai dapat terus berjalan. Jokowi dan Prabowo harus mampu bersinergi untuk memastikan bahwa keberlanjutan pembangunan tidak terputus dan visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud. Rakyat menantikan kolaborasi yang baik antara pemimpin lama dan baru untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik.

Meskipun tidak lagi memegang jabatan resmi, peran Jokowi belum selesai. Di luar kekuasaan formal, ia tetap dapat berkontribusi sebagai Guru Bangsa. Sosok dan pengalamannya selama sepuluh tahun memimpin negeri ini menjadi aset berharga bagi perjalanan bangsa ke depan. Kehadirannya dapat menjadi pemandu bagi para pemimpin muda yang ingin melanjutkan perjuangannya.

Sebagai Guru Bangsa, Jokowi memiliki kebebasan lebih untuk berkontribusi tanpa terikat oleh protokol resmi. Ia dapat terlibat dalam berbagai inisiatif sosial, pendidikan, dan lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat. Pengaruh dan inspirasinya tetap dibutuhkan, terutama dalam menjaga semangat kebangsaan dan gotong-royong di tengah masyarakat.

Jokowi juga akan terus menjadi inspirasi bagi rakyat Indonesia. Gaya hidupnya yang sederhana dan kedekatannya dengan rakyat memberikan pelajaran bahwa seorang pemimpin harus melayani, bukan dilayani. Sikap rendah hati yang ia tunjukkan adalah teladan yang sangat dibutuhkan oleh pemimpin masa depan.

Dengan segala pencapaian yang telah diraih, Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045. Fondasi yang diletakkan Jokowi memberikan optimisme bahwa bangsa ini bisa menjadi negara maju, berdaulat, dan sejahtera. Namun, kerja keras dan inovasi tetap dibutuhkan agar cita-cita besar tersebut bisa terwujud.

Jokowi mungkin telah menyelesaikan tugasnya sebagai presiden, tetapi warisannya akan selalu dikenang dalam perjalanan bangsa. Ia akan terus hadir dalam setiap pembangunan jalan tol, sekolah, dan rumah sakit yang telah ia bangun. Lebih dari itu, ia akan selalu menjadi inspirasi bagi setiap pemimpin yang ingin melayani rakyat dengan sepenuh hati.

Terima kasih, Pak Jokowi, atas semua dedikasi dan pengorbanan yang telah Anda berikan untuk negeri ini. Selamat menjalani babak baru dalam hidup, dan tetaplah menjadi sosok yang menginspirasi kami semua. Anda telah memberi contoh kepemimpinan yang tulus, dan kini saatnya Anda melanjutkan peran sebagai Guru Bangsa.

Indonesia akan selalu membutuhkan sosok seperti Anda---seorang pemimpin yang bertransformasi menjadi guru, membimbing dan memberi arahan dari jauh. Semoga Indonesia terus bergerak maju dan mampu mewujudkan cita-cita besar menjadi negara maju pada 2045. Terima kasih, Pak Jokowi. Selamat jalan, dan tetaplah menjadi cahaya bagi bangsa ini.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun