Mohon tunggu...
Agung Webe
Agung Webe Mohon Tunggu... Konsultan - wellness coach di Highland Wellness Resort

Makan dengan makanan yang kita olah sendiri dengan bumbu organik tanpa perasa dan bahan kimia, dapat menyembuhkan hampir semua penyakit.

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Sampai Kapan Kita Berpangku Tangan?

6 Oktober 2020   01:57 Diperbarui: 6 Oktober 2020   05:13 272
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
gambar dari: https://www.jawaban.com

Bagaimana dengan cibiran tadi? Pada masa-masa pandemi seperti ini, layakkah kita mencibir siapapun juga yang memang terpuruk? Perusahaan-perusahaan resto besar yang kita tahu sekarang turun ke jalan. Apakah kita akan mencibir mereka? Bagaimana nasib karyawan-karyawan mereka? Bukankah kita seharusnya saling bantu, saling support dan saling menguatkan untuk tetap bisa menjalani masa pandemi ini?

Saya tidak peduli dengan itu semua. Prinsip saya adalah berkarya nyata dan bermanfaat. Platform saya berkembang. Dan saat ini sedang meneruskan project yang tadinya akan dilakukan secara offline kemudian diubah menjadi platform online. Projec dari Asian Development Bank yang bekerjasama dengan Pugajinou international consulting dan Inno Change international consulting.

Kembali kepada "Passion without creation is nothing". Andai saja saya hanya berpangku tangan tanpa kreasi apapun juga, walaupun saya punya passion, maka hal itu tentu saja tetap 'nothing'. Creation tidak dapat ditunggu dan kemudian dapat tiba-tiba ada ala 'abrakadabra'. Creation merupakan action!

Dari turn around tersebut, saya bersyukur dapat membantu teman-teman yang membutuhkan investasi dalam pekerjaannya. Dari teman yang berbisnis catering dalam skala industri besar, teman yang berbisnis pengadaan barang, dan juga bisnis bahan pokok pangan. Saya berani memberi support investasi dalam bidang yang selama ini masih bergerak, yaitu pangan dan barang dasar keperluan perkantoran.

Dulu telpon teman seperti, "Pak, ada modal 200 juta buat suntikan proyek saya tidak?" -- hal itu saya hindari karena beberapa faktor. Namun saat ini saya bersyukur, justru dengan 'turn arround' dari kondisi trainer paceklik tadi, Saya bisa turut memutarkan Kembali bisnis teman-teman yang butuh dukungan untuk berjalan.

Tahun 2015 saya 'turn arround' untuk terjun di dunia pelatihan secara total dengan resign dari pekerjaan saya. Dan tahun 2020 ini saya kembali harus 'turn arround' untuk secara perlahan menggantungkan 'pointer' presentasi dari dunia pelatihan offline.

Namun dari semua langkah-langkah 'turn arround' tersebut, ada satu yang tidak penah saya tinggalkan, yaitu menulis dan menerbitkan buku!

Kita semua tentu punya pengalaman yang unik dan berbeda dalam kondisi pandemi seperti ini. Pesan saya, jangan saling mencibir kondisi orang lain. Jangan mencela keterpurukan orang lain. Marilah kita saling support dan saling menguatkan, bukan saling menggunjingkan kejatuhan yang disebabkan kondisi 'force majure' ini.

Kita bisa bangkit, walaupun pelan, marilah saling mendamaikan.

Kita bisa lalui, walaupun panjang, marilah saling menghibur hati.

Bila kamu kuat, angkat yang lemah.

Bila kamu masih bisa melangkah, tunggu yang terbata di bawah.

Sampai Kapan? Marilah kita ingat kalimat ini lagi; "Passion without creation is nothing"

Agung webe

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun